Hujan Deras Bikin Atap Terminal 3 Soetta Jebol, Ini Kronologinya


  • Senin, 06 April 2026 | 17:30
  • | News
 Hujan Deras Bikin Atap Terminal 3 Soetta Jebol, Ini Kronologinya Atap atau plafon ambruk di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, hingga menimpa fasilitas layanan di terminal penerbangan tersebut. ANTARA/HO-Net

TANGERANG, ARAHKITA.COM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tangerang dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir membawa dampak serius. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan bagian atap atau plafon di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ambruk, Senin (6/4/2026).

Insiden tersebut terjadi di area Gate 7 keberangkatan, tepat saat sejumlah penumpang tengah menunggu proses boarding. Suasana yang semula normal mendadak berubah tegang ketika air mulai menetes dari plafon.

Dalam sebuah video berdurasi 17 detik yang direkam penumpang, terlihat jelas bagaimana kebocoran kecil di atap perlahan membesar. Tak lama kemudian, plafon jebol dan air tumpah deras ke area ruang tunggu.

Seorang penumpang yang hendak terbang ke Singapura mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 13.40 WIB.

“Lumayan banyak orang. Untungnya semua masih sempat menyelamatkan diri,” ujarnya.

Saat itu, para penumpang yang sedang menunggu boarding mendadak panik. Mereka bergegas menjauh dari titik kebocoran untuk menghindari potensi bahaya.

Respons Pengelola Bandara

Pihak pengelola, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), membenarkan adanya insiden tersebut. Melalui Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, disampaikan bahwa gangguan hanya terjadi dalam waktu singkat.

Menurutnya, kejadian itu berlangsung sekitar lima menit dan langsung ditangani oleh petugas di lapangan.

Petugas operasional segera melakukan pembersihan serta membatasi area terdampak untuk menjaga keselamatan penumpang.

Langkah cepat ini dilakukan agar aktivitas penerbangan tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.

Langkah Antisipasi dan Imbauan

Pengelola bandara menegaskan bahwa pengawasan terhadap seluruh fasilitas dilakukan selama 24 jam. Jika ditemukan potensi gangguan, area terkait akan langsung disterilisasi guna meminimalkan risiko dikutip Antara.

Sebagai langkah antisipasi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, penumpang diimbau untuk:

  • Memantau jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai
  • Memperhatikan informasi di layar bandara
  • Datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan

Cuaca ekstrem memang tidak bisa dihindari, namun kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi kunci agar dampaknya tidak meluas.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru