Loading
Ilustrasi - Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp/am.
JAKARTA,ARAHKITA.COM – Pemerintah Kota Jakarta Timur tengah mematangkan rencana integrasi kamera pengawas (CCTV) dari gedung-gedung bertingkat empat lantai ke atas dengan sistem pengawasan kota berbasis teknologi.
Kepala Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) Jakarta Timur, Wiwit Djalu Adji, mengatakan, langkah ini diambil untuk memperkuat keamanan kota dan mendukung konsep Jakarta Smart City.
“Pemasangan CCTV di gedung tinggi perlu koordinasi dengan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar mekanisme pelaksanaannya jelas dan efektif,' kata Wiwit Djalu Adji, Senin (6/4/2026).
Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang mewajibkan semua gedung dengan empat lantai atau lebih untuk terhubung dengan sistem CCTV milik Pemprov DKI Jakarta. Menurut Wiwit, tujuan utama integrasi ini adalah memperluas jangkauan pengawasan kota, bukan sekadar memantau tata ruang atau kondisi bangunan.
Selama ini, mayoritas CCTV di gedung tinggi bersifat internal dan hanya untuk keamanan di dalam gedung. “CCTV yang mengarah ke luar gedung, seperti jalan atau ruang publik, hampir belum ada. Selama ini masih untuk kebutuhan masing-masing gedung dan belum terhubung dengan sistem Pemprov,” jelas Wiwit.
Dengan kebijakan baru, pengelola gedung diharapkan menambahkan kamera yang memantau area publik. Data dari kamera tersebut akan diintegrasikan ke sistem Jakarta Smart City, yang memungkinkan pemantauan kriminalitas dan manajemen lalu lintas secara real-time. “Ini akan mempermudah pemantauan karena data langsung masuk ke sistem, tidak perlu meminta secara manual,” tambah Wiwit.
Namun, aturan teknis terkait standar pemasangan, mekanisme integrasi, dan sanksi bagi pengelola gedung yang tidak mematuhi kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan lintas OPD. Wiwit memperkirakan, jumlah gedung dengan empat lantai ke atas di Jakarta Timur sekitar 100–200 unit, dan data lengkap masih dalam proses pendataan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan bahwa integrasi CCTV ini merupakan langkah modernisasi sistem keamanan kota. “Gedung-gedung lebih dari empat lantai akan dikoneksikan dengan CCTV yang dikelola Pemprov DKI Jakarta, sehingga Jakarta menjadi sistem pengawasan terintegrasi,” ujarnya.
Langkah ini dinilai sebagai pondasi penting dalam transformasi Jakarta menjadi kota pintar yang menekankan keamanan, efisiensi, dan pelayanan publik berbasis teknologi.