Loading
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Minggu (29/3/2026). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Suasana haru dan khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Minggu (29/3/2026). Negara memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Prof. Dr. Juwono Sudarsono melalui upacara pemakaman militer yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.
Sebagai inspektur upacara, Sjafrie memimpin Apel Persada—sebuah prosesi sakral dalam tradisi militer—sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa.
Dalam amanatnya, Sjafrie menyampaikan penghormatan atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia.
“Dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum,” ujarnya dengan penuh khidmat.
Juwono Sudarsono bukanlah sosok biasa dalam sejarah pemerintahan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada dua periode penting, yakni 1999–2000 dan kembali pada 2004–2009. Dedikasinya dalam bidang pertahanan dan pemerintahan menjadikannya salah satu tokoh berpengaruh di era transisi demokrasi Indonesia.
Sjafrie juga berharap perjalanan pengabdian almarhum dapat menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.
“Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya menjadi suri teladan bagi kita semua, dan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
Jejak Pengabdian yang Panjang
Juwono Sudarsono wafat pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Jakarta. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam dunia pemerintahan, akademik, dan diplomasi.
Sepanjang hidupnya, ia mengemban berbagai jabatan strategis, antara lain:
Dihadiri Tokoh Nasional
Upacara pemakaman berlangsung dengan penuh penghormatan dan dihadiri sejumlah tokoh penting nasional. Tampak hadir Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, serta sejumlah pejabat dan tokoh lainnya seperti Jimly Asshiddiqie dan Diaz Hendropriyono.
Kehadiran para tokoh ini menjadi bukti bahwa almarhum Juwono Sudarsono memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan bangsa Indonesia dikutip dari Antara.
Warisan Keteladanan
Lebih dari sekadar jabatan, Juwono dikenal sebagai akademisi, diplomat, sekaligus negarawan yang konsisten mengabdi. Dedikasinya menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tidak berhenti pada posisi, tetapi pada dampak yang ditinggalkan.
Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa Indonesia.