Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker


  • Rabu, 18 Maret 2026 | 08:00
  • | News
 Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker Polusi udara Jakarta Foto Greenpeace

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kualitas udara di Jakarta pada Rabu (18/3/2026) pagi berada dalam kategori tidak sehat. Masyarakat pun diimbau untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko paparan polusi.

Berdasarkan data dari IQAir yang diperbarui pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada di angka 151. Sementara itu, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat mencapai 56 mikrogram per meter kubik, atau jauh di atas ambang batas yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Partikel PM2.5 merupakan polutan berukuran sangat kecil yang berasal dari debu, asap, dan jelaga. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, termasuk penyakit jantung dan paru-paru, bahkan kematian dini.

Untuk mengurangi dampak buruk polusi, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela rumah, serta menggunakan alat penyaring udara jika memungkinkan.

Secara nasional, kondisi udara Jakarta juga tergolong buruk. Kota ini tercatat berada di peringkat kelima kualitas udara terburuk di Indonesia, setelah Tangerang Selatan, Serpong, Bandung, dan Bekasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) guna meningkatkan efektivitas penanganan polusi. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari tren PM2.5, sumber emisi, hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam mengatasi persoalan polusi udara.

“Dengan penguatan strategi, evaluasi berbasis data, serta kolaborasi antarwilayah, pengendalian pencemaran udara diharapkan lebih terarah dan berdampak nyata bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya pengendalian polusi tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu daerah saja, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah sekitar Jakarta.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru