Loading
Prof. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI dan Adjunct Professor Griffith University. (Foto: Dok. Pribadi)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Tradisi mudik selalu menjadi momen yang dinanti menjelang Hari Raya. Jutaan orang meninggalkan kota untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Namun perjalanan panjang, kemacetan, serta kelelahan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan.
Menurut Prof. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI dan Adjunct Professor Griffith University, persiapan kesehatan sama pentingnya dengan persiapan kendaraan dan tiket perjalanan. Tanpa kondisi tubuh yang baik, perjalanan mudik bisa berubah menjadi pengalaman yang melelahkan bahkan berisiko.
Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, ia membagikan panduan sederhana dengan konsep “MUDIK Sehat”.
M – Menyiapkan Bekal dan Cek Kesehatan
Sebelum berangkat, pastikan membawa bekal makanan, minuman, serta obat-obatan yang cukup. Perjalanan mudik sering kali diwarnai kemacetan panjang, sehingga persediaan ini sangat penting.
Bagi pemudik yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gangguan pencernaan, atau asma, sebaiknya melakukan cek kesehatan atau konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dengan begitu, pemudik dapat mengetahui obat apa saja yang perlu dibawa serta langkah yang harus dilakukan jika terjadi keluhan kesehatan selama perjalanan atau di kampung halaman.
U – Usahakan Berangkat dalam Kondisi Bugar
Perjalanan jauh membutuhkan stamina yang baik. Jangan langsung berkendara ratusan kilometer setelah selesai bekerja.Usahakan berangkat dalam kondisi tubuh yang cukup istirahat dan bugar. Jika memungkinkan, hindari pula waktu puncak arus mudik agar perjalanan tidak terlalu melelahkan.
Bagi yang membawa anak-anak, siapkan juga hal-hal yang dapat membuat perjalanan lebih menyenangkan, seperti buku bacaan atau permainan sederhana. Hal ini dapat membantu mengurangi kebosanan selama perjalanan panjang.
D – Dalam Perjalanan Tetap Jaga Kebersihan
Selama perjalanan, kebersihan tetap harus dijaga. Biasakan mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum makan.Hindari membeli makanan dari tempat yang tidak jelas kebersihannya dan jangan menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal.
Jika merasa tidak enak badan di perjalanan, manfaatkan pos kesehatan yang tersedia di sepanjang jalur mudik. Petugas kesehatan siap membantu pemudik yang membutuhkan pemeriksaan atau konsultasi medis.
I – Istirahat Jika Lelah Berkendara
Kelelahan saat berkendara merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Karena itu, pengemudi disarankan beristirahat setiap sekitar empat jam perjalanan.
Jangan memaksakan diri tetap berkendara saat tubuh sudah lelah. Hindari pula mengonsumsi minuman tertentu secara berlebihan hanya untuk menahan kantuk.
Selain itu, saat ini beberapa daerah juga melaporkan peningkatan kasus campak. Oleh karena itu, penting memastikan imunisasi campak sudah lengkap, terutama bagi anak-anak maupun orang dewasa yang berisiko.
Jika mengalami demam atau muncul ruam merah pada kulit, segera konsultasikan ke petugas kesehatan setempat.
K – Kendaraan Harus dalam Kondisi Prima
Sebelum berangkat mudik, pastikan kendaraan sudah diperiksa secara menyeluruh beberapa hari sebelumnya.Selama perjalanan, patuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas demi keselamatan bersama.
Untuk perjalanan sangat jauh, penggunaan sepeda motor sebenarnya kurang disarankan, terutama jika membawa banyak barang atau anak kecil. Bila menggunakan transportasi umum, pastikan juga sudah menyiapkan rencana perjalanan dengan baik, termasuk kemungkinan perpindahan moda transportasi seperti dari kereta ke bus.
Sesampainya di kampung halaman setelah perjalanan panjang, sebaiknya istirahat terlebih dahulu sebelum mulai bersilaturahmi atau beraktivitas.
Mudik memang tentang pulang dan bertemu keluarga. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan perjalanan dilakukan dengan aman, sehat, dan penuh kebahagiaan.