Banjir Rendam Jalan Outer Ring Road Cengkareng, SPBU Tutup dan Lalu Lintas Lumpuh


  • Senin, 09 Maret 2026 | 17:45
  • | News
 Banjir Rendam Jalan Outer Ring Road Cengkareng, SPBU Tutup dan Lalu Lintas Lumpuh Banjir di Jalan Outer Ring Road Cengkareng membuat sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta lalu lintas di lokasi tersebut lumpuh.

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Banjir yang merendam Jalan Outer Ring Road Cengkareng, Jakarta Barat, menyebabkan aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut terganggu hingga Senin (9/3/2026) siang. Genangan air bahkan membuat sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di lokasi tersebut terpaksa menghentikan operasionalnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir menggenangi ruas jalan mulai dari persimpangan Duri Kosambi hingga area putaran balik di bawah flyover Taman Semanan Indah.

Akibatnya, kendaraan hanya dapat melintas melalui dua lajur paling kanan yang tidak terlalu tergenang. Kondisi ini memicu kemacetan panjang di sepanjang jalan lingkar luar tersebut.

Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat memilih berhenti di tepi jalan sambil memperhatikan kondisi genangan. Mereka tampak ragu menerobos banjir karena khawatir kendaraan mogok.

Namun sebagian pengendara tetap nekat melintas. Beberapa di antaranya akhirnya harus menepi karena mesin motor mati setelah terendam air.

SPBU Tidak Beroperasi

Banjir juga berdampak pada operasional SPBU Pertamina yang berada di sisi jalan. Area SPBU tersebut terlihat tertutup rapat dengan pagar hitam yang digembok, menandakan aktivitas pengisian bahan bakar dihentikan sementara.

Selain itu, genangan air juga menutup area putaran balik menuju arah Kembangan di bawah flyover Taman Semanan Indah sehingga kendaraan kesulitan berputar arah.

Salah satu pedagang di sekitar lokasi, Rizal, mengatakan banjir mulai merendam kawasan itu sejak Minggu (8/3). Saat itu, ketinggian air bahkan mencapai sekitar setengah meter.

“Kemarin air sampai setengah meter, motor banyak yang mogok saat lewat sini. Sekarang sudah mulai surut, jadi kendaraan sudah bisa melintas,” ujar Rizal saat ditemui di lokasi, Senin (9/3/2026) dikutip dari Antara.

Menurutnya, banjir terjadi karena meluapnya aliran kali serta penampungan air yang berada di kolong jalan tol di kawasan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi membuat debit air meningkat drastis sehingga tidak mampu lagi tertampung dan akhirnya meluber ke badan jalan.

Aktivitas Warga Terganggu

Genangan air tidak hanya menghambat lalu lintas, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar. Rizal mengaku warung makan miliknya menjadi sepi pembeli sejak banjir melanda.

“Dari kemarin jadi sepi, orang juga susah mau beli karena jalannya banjir,” katanya.

Rizal berharap pemerintah segera melakukan pembenahan pada sistem drainase di kawasan tersebut agar banjir tidak terus berulang, terutama di wilayah Jakarta Barat yang beberapa hari terakhir kerap dilanda genangan.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru