Polisi Selidiki Kematian Pria yang Terlindas Slide Loader di Depo Smart Marunda


  • Jumat, 27 Februari 2026 | 18:45
  • | News
 Polisi Selidiki Kematian Pria yang Terlindas Slide Loader di Depo Smart Marunda Olah tempat kejadian perkara (TKP) seorang pria terlindas alat berat di Depo Smart KBN Marunda, Cilincing. (Polsek Cilincing)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Aparat dari Polsek Cilincing tengah menyelidiki insiden kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pria berinisial GH (44). Korban meninggal dunia setelah terlindas side loader, alat berat pengangkut kontainer, di kawasan Depo Smart, Jalan Medan Blok C 03, KBN Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (26/2) sekitar pukul 15.21 WIB.

Kapolsek Cilincing, Bobi Subasri, menjelaskan bahwa korban bukan karyawan resmi di depo tersebut.

“Korban ini bukan karyawan Depo Smart dan diduga bekerja sebagai ekspedisi muatan kapal laut,” ujar Bobi di Jakarta, Jumat (27/2/2026). 

Diduga Masuk Area Operasional

Menurut keterangan awal, korban diduga tidak menyadari bahwa lokasi tersebut merupakan area operasional alat berat. Sementara itu, operator side loader berinisial AS (36) mengaku tidak melihat keberadaan korban saat kejadian.

Polisi menduga korban berada di titik buta (blind spot) kendaraan, sehingga tidak terpantau oleh pengemudi.

“Dugaan sementara, korban meninggal karena dilindas kendaraan side loader,” kata Bobi.

Hasil pemeriksaan luar oleh tim Inafis Polres Metro Jakarta Utara menunjukkan kondisi tubuh korban mengalami kerusakan parah pada bagian perut ke bawah, sedangkan bagian atas tubuh masih dapat dikenali.

CCTV dan Saksi Jadi Kunci Penyelidikan

Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengamankan rekaman CCTV di lokasi. Dari rekaman tersebut, korban terlihat berjalan menuju gardu listrik sebelum akhirnya terlindas alat berat yang datang dari arah belakang.

Keterangan saksi menyebutkan, peristiwa itu pertama kali diketahui setelah seorang pekerja melihat side loader melintas dan menyadari ada benda yang terlindas. Informasi tersebut segera disampaikan melalui handy talkie (HT) kepada rekan lainnya.

Setelah dicek, korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kondisi tubuh remuk. Pihak manajemen depo kemudian diberitahu terkait kejadian tersebut.

Sementara itu, operator AS mengaku baru mengetahui insiden itu setelah mendapat teguran melalui HT.

“Terlapor mengetahui kejadian ini setelah ditegur oleh saksi melalui handy talkie,” jelas Bobi.

Jenazah Dibawa ke RS Polri

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan Visum Et Repertum (VER).

Polisi masih mendalami kemungkinan unsur kelalaian dalam insiden ini, termasuk standar keamanan dan prosedur operasional di lokasi kejadian. Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan profesional.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru