Harga Daging Sapi Diprediksi Naik 15 Persen Jelang Ramadhan 2026, Ini Kata Dharma Jaya


  • Kamis, 12 Februari 2026 | 15:30
  • | News
 Harga Daging Sapi Diprediksi Naik 15 Persen Jelang Ramadhan 2026, Ini Kata Dharma Jaya Pedagang memotong daging sapi dagangannya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perumda Dharma Jaya memperkirakan harga daging sapi di Jakarta akan mengalami kenaikan sekitar 7 hingga 15 persen menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026. Lonjakan harga ini dipicu peningkatan permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Divisi Perencanaan Korporasi dan Transformasi Perumda Dharma Jaya, Afan Wahyu, menyebutkan harga daging sapi paha belakang selama Ramadhan diproyeksikan berada di kisaran Rp143.000 hingga Rp146.000 per kilogram.

“Kisaran harga pada bulan Ramadhan untuk daging sapi di angka Rp143.000–Rp146.000. Ini patokan harga daging sapi paha belakang,” ujar Afan dalam acara kesiapan stok protein hewani di Jakarta, Kamis (12/2/2026) seperti yang dikutip dari Antara

Permintaan Naik hingga 58 Persen

Menurut Afan, kenaikan harga tidak terlepas dari lonjakan konsumsi masyarakat yang terjadi setiap menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Permintaan daging sapi biasanya meningkat hingga 58 persen, terutama dalam periode H-30 hingga H+7 Lebaran. Peningkatan konsumsi terjadi di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, pelaku UMKM, hingga kebutuhan acara keagamaan.

Meski demikian, Dharma Jaya memastikan harga jualnya tetap kompetitif.

“Kami memastikan harga yang dijual Dharma Jaya lebih murah sekitar 2 sampai 30 persen dibandingkan kompetitor,” jelas Afan.

Stok Aman untuk Tiga Bulan

Untuk menjaga stabilitas pasokan, per 11 Februari 2026 Dharma Jaya telah menyiapkan:

1.195 ton daging sapi beku

1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar

Dalam waktu dekat, tambahan 550 ekor sapi juga dijadwalkan masuk ke Jakarta.

“Kami juga melakukan buffer stok 300 ton per bulan. Untuk amannya itu di angka kecukupan tiga bulan ke depan,” kata Afan.

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan permintaan dan menjaga harga tetap terkendali selama momentum Ramadhan dan Lebaran.

Jakarta Bergantung Pasokan Luar Daerah

Sebagai kota non-produsen, sekitar 90 persen pasokan daging sapi Jakarta berasal dari luar daerah melalui kerja sama antardaerah, BUMD, BUMN, swasta, hingga impor.

Kebutuhan daging sapi di Jakarta sendiri mencapai sekitar 73.100 ton per tahun, dengan tingkat konsumsi per kapita berkisar antara 2,3 hingga 5 kilogram per tahun.

Dengan tingginya kebutuhan tersebut, stabilitas distribusi dan stok menjadi faktor kunci dalam menjaga harga tetap terkendali di pasar.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru