Juda Agung Tegaskan Penunjukan sebagai Wamenkeu Sudah Direncanakan Sejak Lama


  • Jumat, 06 Februari 2026 | 11:00
  • | News
 Juda Agung Tegaskan Penunjukan sebagai Wamenkeu Sudah Direncanakan Sejak Lama Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung (dua kiri) menjawab pertanyaan wartawan selepas acara pelantikan dirinya sebagai wamenkeu RI di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026). ANTARA/Fathur Rochman

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa penunjukan dirinya oleh Presiden Prabowo Subianto bukanlah keputusan mendadak. Ia menyebut proses tersebut telah dikomunikasikan sejak jauh hari sebelum pelantikan resmi digelar di Istana Negara.

“Informasi itu sudah saya terima sejak lama, jadi bukan penunjukan yang tiba-tiba,” ujar Juda Agung kepada awak media usai pelantikan, Kamis (5/2/2026).

Karena telah mengetahui rencana tersebut, Juda mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada pertengahan Januari 2026. Menurutnya, keputusan itu diambil demi menjaga independensi dan profesionalisme dua lembaga negara yang memiliki kewenangan berbeda.

“Alasan saya mundur jelas, karena mendapat penugasan sebagai wakil menteri keuangan. Tidak mungkin merangkap jabatan karena Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia adalah dua otoritas yang berbeda,” tegasnya.

Pengunduran diri Juda Agung dari BI efektif berlaku sejak 13 Januari 2026. Posisi yang ditinggalkannya kemudian diisi oleh Thomas Djiwandono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Thomas resmi ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 setelah mendapat persetujuan DPR RI dalam rapat paripurna pada 27 Januari 2026.

Presiden Prabowo Subianto kemudian melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.

Usai pelantikan, Juda juga mengungkap arahan khusus dari Presiden Prabowo terkait tugas yang akan diembannya. Menurut Juda, Presiden menekankan pentingnya sinergi kebijakan demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Bapak Presiden menekankan bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyukseskan program pemerintah, perlu koordinasi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil agar hasilnya benar-benar efektif,” jelas Juda.

Terkait pembagian tugas dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta Wakil Menteri Keuangan lainnya, Suahasil Nazara, Juda menyampaikan bahwa pembahasan teknis akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Detail pembagian tugas akan dibicarakan langsung. Insyaallah besok saya bertemu dengan Pak Menteri Keuangan untuk membahas hal tersebut,” pungkasnya.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru