Kamis, 05 Februari 2026

Rano Karno Ungkap Alasan Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK


  • Selasa, 03 Februari 2026 | 20:05
  • | News
 Rano Karno Ungkap Alasan Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kota Jakarta kembali menarik perhatian industri perfilman dunia. Kawasan Kota Tua Jakarta resmi dipilih sebagai salah satu lokasi syuting film laga internasional berjudul Extraction: Tygo, yang turut dibintangi Lisa, anggota grup K-pop ternama BLACKPINK. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pun mengungkap cerita di balik terpilihnya kawasan bersejarah tersebut.

Rano menjelaskan, keputusan menjadikan Kota Tua sebagai lokasi syuting berawal dari keikutsertaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam Festival Film Cannes di Prancis. Ajang perfilman bergengsi dunia itu menjadi pintu masuk Jakarta ke jaringan industri film global.

“Pemilihan lokasi syuting itu berawal dari kehadiran kami di Festival Film Cannes. Tahun lalu Jakarta membuka stan di sana dan pada Mei 2025 kami kembali berpartisipasi,” ujar Rano Karno di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut Rano, sejak awal pihaknya berupaya menjaga kerahasiaan proyek film tersebut. Ia bahkan menginstruksikan jajarannya untuk tidak membocorkan informasi apa pun terkait proses produksi yang berlangsung di Kota Tua sejak akhir Januari hingga Februari 2026.

“Dalam dunia film, kerahasiaan itu penting. Saya sudah sampaikan ke dinas, jangan ada yang bicara soal syuting, apalagi menyebut siapa bintangnya,” kata Rano seperti dikutip dari Antara.

Namun, rencana menutup rapat informasi itu akhirnya tak berjalan mulus. Publik mulai mengetahui adanya syuting film asing setelah beredarnya pengumuman rekayasa lalu lintas di kawasan Kota Tua. Penutupan jalan terjadi di ruas Jalan Cengkeh, mulai dari simpang Jalan Kunir hingga simpang Jalan Nelayan Timur, pada 28–29 Januari serta 1–7 Februari 2026, pukul 05.00 hingga 19.00 WIB.

Spanduk pemberitahuan pengalihan arus lalu lintas pun masih terlihat terpasang di beberapa titik yang digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar.

Sementara itu, Jakarta Experience Board (JXB) mengakui bahwa masuknya Jakarta sebagai lokasi syuting film internasional sejalan dengan visi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Rano disebut ingin mendorong Jakarta menjadi kota sinema yang ramah bagi industri kreatif global, dengan Kota Tua sebagai salah satu ikon utamanya.

“Kami ingin Jakarta dikenal sebagai kota yang terbuka bagi industri film dunia, dan Kota Tua punya daya tarik visual serta nilai sejarah yang kuat,” ujar Rano menegaskan.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru