BGN Telusuri Penyebab Keracunan Ratusan Siswa di Tiga Kecamatan Cianjur


  • Rabu, 28 Januari 2026 | 21:20
  • | News
 BGN Telusuri Penyebab Keracunan Ratusan Siswa di Tiga Kecamatan Cianjur Ratusan siswa di Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendapat perawatan di Puskesmas Cijagang karena mengalami keracunan usai menyantap menu MBG. (Antara)

CIANJUR, ARAHKITA.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah menyelidiki penyebab keracunan massal yang dialami ratusan siswa di tiga kecamatan. Insiden tersebut dilaporkan menimpa sekitar 300 pelajar di Kecamatan Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon.

Koordinator Wilayah BGN Cianjur, Sirojudin, mengatakan pihaknya langsung bergerak dengan mengambil sampel makanan serta muntahan korban untuk diuji di laboratorium. Langkah ini dilakukan guna memastikan sumber pasti keracunan.

“Kami sudah mengirim sampel makanan dan muntahan korban keracunan ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan, guna memastikan penyebabnya,” ujar Sirojudin di Cianjur, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, hingga kini BGN belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian tersebut karena proses pemeriksaan laboratorium memerlukan waktu beberapa hari. Meski demikian, penanganan korban tetap dilakukan sesuai prosedur kesehatan yang berlaku.

Sebagai langkah pencegahan, BGN juga menutup sementara dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan tersebut. Penutupan dilakukan sambil menunggu hasil resmi pemeriksaan.

“Kami akan menerbitkan surat resmi dari pengawas terkait penutupan sementara dapur yang memasok MBG ke sekolah-sekolah yang siswanya mengalami keracunan,” kata Sirojudin seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, BGN melakukan koordinasi intensif dengan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terdampak. Evaluasi menyeluruh dilakukan mulai dari proses pengolahan makanan hingga distribusinya ke sekolah.

“Kami akan melakukan evaluasi secara keseluruhan agar kejadian serupa tidak terulang. Jika terjadi kondisi darurat, salah satu langkahnya adalah penutupan sementara dapur,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan kepala dapur dan SPPG di tiga kecamatan, sebagian besar siswa yang sempat mengalami keracunan kini telah dinyatakan pulih. Saat ini hanya empat siswa yang masih menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru