Loading
Ciliwung Meluap Lagi, Banjir Rendam 11 RT di Jakarta Selatan dan Timur. (Antaranews/Antara/Siti Nurhaliza/am)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Banjir kembali merendam 11 rukun tetangga di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akibat meluapnya Sungai Ciliwung. Luapan sungai dipicu oleh hujan deras yang mengguyur Jakarta dan kawasan sekitarnya sejak dini hari.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan banjir di sejumlah titik terjadi karena debit Sungai Ciliwung meningkat signifikan. Ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi, berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter.
Yohan menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan status Bendung Katulampa naik ke Waspada atau Siaga 3 pada Rabu pukul 06.00 WIB. Kondisi serupa juga terjadi di Pos Sunter Hulu yang tercatat berstatus Waspada pada pukul 06.00 WIB, serta Pos Pesanggrahan yang mencapai status yang sama pada pukul 17.00 WIB.
Peningkatan status di sejumlah pos pantau tersebut berdampak pada meluapnya aliran sungai dan genangan di beberapa wilayah DKI Jakarta, khususnya permukiman yang berada di bantaran sungai.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi banjir di setiap wilayah terdampak. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
BPBD memastikan upaya penanganan terus dilakukan guna mempercepat surutnya banjir dan meminimalkan dampak terhadap warga. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan air, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Berikut data wilayah terdampak seperti dilansir Antara:
Jakarta Selatan
terdapat tiga RT, yang terdiri dari:
Kelurahan Pejaten Timur: Tiga RT
Ketinggian air : 30 cm
Jakarta Timur
terdapat 8 RT yang terdiri dari:
Kelurahan Bidara Cina: Empat RT
Kelurahan Kampung Melayu: Empat RT
Ketinggian air: 30-80 cm.