Selasa, 27 Januari 2026

JPO JIS–Ancol Diproyeksikan Jadi Ikon Baru Jakarta Utara


  • Minggu, 25 Januari 2026 | 18:30
  • | News
 JPO JIS–Ancol Diproyeksikan Jadi Ikon Baru Jakarta Utara Pejalan kaki melintasi area JPO JIS-Ancol, Jakarta Utara, Minggu (25/1/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimistis Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bersama BTN yang menghubungkan kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dan Ancol akan menjelma menjadi ikon baru Jakarta, khususnya di wilayah utara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, kehadiran JPO ini bukan sekadar penghubung fisik, tetapi bagian dari visi besar membangun Jakarta yang lebih terintegrasi dan berkarakter. Ia bahkan meminta agar ke depan kawasan tersebut dilengkapi museum Persija Jakarta, sebagai penanda identitas dan sejarah sepak bola ibu kota.

“Tempat ini saya yakini akan menjadi salah satu ikon Jakarta. Kita ingin membangun dan mengembangkan Jakarta dengan sungguh-sungguh,” ujar Pramono di Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Secara teknis, JPO Bersama BTN memiliki panjang total 466 meter, terdiri dari bentang jembatan sepanjang 166 meter dengan lebar 6 meter, serta jalur pedestrian sepanjang 300 meter. Desainnya diarahkan untuk ramah pejalan kaki, aman, dan nyaman—sekaligus memperkuat konektivitas antara JIS dan Ancol, terutama bagi pengguna transportasi publik.

Pramono mengakui, proyek ini sempat berjalan panjang akibat ego sektoral. Namun, kolaborasi lintas pihak antara Pemprov DKI, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) akhirnya membuat proyek tersebut bisa direalisasikan.

Pembangunan JPO ditargetkan rampung Mei 2026, beriringan dengan penyelesaian proyek KRL yang direncanakan selesai April 2026. Kombinasi ini diyakini akan mengubah wajah Jakarta Utara, sekaligus meningkatkan arus mobilitas dan aktivitas kawasan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut JPO JIS–Ancol sebagai simbol masa depan Jakarta menuju kota global. Menurutnya, desain dengan tampilan segar dan ramah pejalan kaki akan menjadi solusi konektivitas jangka panjang bagi dua kawasan strategis tersebut.

“JPO ini diharapkan menjadi landmark baru sekaligus penggerak aktivitas kawasan. Konektivitasnya lengkap—mulai dari KRL, Transjakarta, jalan tol, hingga lanskap danau, sungai, dan laut,” ujar Nixon.

Ia bahkan menilai kawasan JIS–Ancol berpotensi berkembang layaknya Clark Quay di Singapura—ramai, hidup, dan menjadi magnet ekonomi baru. Jika aktivitas di JIS terus meningkat, sektor perhotelan dan usaha pendukung diyakini akan tumbuh, menciptakan pusat ekonomi baru di Jakarta Utara.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru