Selasa, 27 Januari 2026

Angin Kencang di Gunung Tidar: Lima Peziarah Tertimpa Pohon, Satu Meninggal Dunia


  • Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:30
  • | News
 Angin Kencang di Gunung Tidar: Lima Peziarah Tertimpa Pohon, Satu Meninggal Dunia Para pengunjung Gunung Tidar tengah menuruni tangga di Kota Magelang (19/02/2025) ANTARA/Heru Suyitno

MAGELANG, ARAHKITA.COM — Musibah terjadi di kawasan wisata religi Gunung Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah. Angin kencang yang melanda area tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa lima orang peziarah. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan medis.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Sri Istantini (64), warga Tempuran, Kabupaten Magelang. Ia diduga tertimpa pohon saat hendak turun dari puncak Gunung Tidar. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah memproses santunan asuransi bagi keluarga korban. Ia juga menyatakan komitmen pemerintah untuk memberikan bantuan sebagai bentuk empati atas musibah yang terjadi.

“Musibah ini memang tidak kita kehendaki, tetapi menjadi kenyataan alam yang harus kita hadapi bersama. Pemerintah Kota Magelang akan mengupayakan pemberian uang duka bagi keluarga korban,” ujar Larsita saat ditemui di RSUD Tidar, Sabtu (24/1/2026) dikutip Antara.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, tim medis, dan pengelola kawasan Gunung Tidar, kejadian terjadi di dua titik berbeda. Titik pertama berada di jalur turun dari puncak, tempat korban meninggal dunia tertimpa pohon.

Sementara itu, titik kedua berada di area parkir bus atau bekas terminal lama. Di lokasi ini, pohon pinus yang berada di belakang shelter roboh dan menimpa sebuah mobil pikap yang sedang terparkir. Empat peziarah yang berada di sekitar lokasi turut menjadi korban.

Keempat korban luka berasal dari berbagai daerah. Tiga di antaranya merupakan warga Jawa Timur, yakni Vivian Nadya Gisca, Salsa Putri Nur Amalina, dan Kamludin, warga Kapasan, Gadungan, Puncu, Kabupaten Kediri. Satu korban lainnya adalah Mahfudin, warga Blok Cipanas, Argalingga, Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Seluruh korban luka telah dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Tidar untuk mendapatkan penanganan medis.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Magelang memutuskan menutup sementara objek wisata Gunung Tidar. Penutupan ini dilakukan guna evaluasi menyeluruh serta memastikan keamanan pengunjung, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru