Selasa, 27 Januari 2026

Tim DVI Pastikan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 di Sulsel Teridentifikasi


  • Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:15
  • | News
 Tim DVI Pastikan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 di Sulsel Teridentifikasi Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro (tengah) bersama jajaran terkait dan tim DVI saat konferensi pers hasil identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. (Antara)

MAKASSAR, ARAHKITA.COM – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan memastikan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berhasil diidentifikasi. Total korban berjumlah 10 orang, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, proses identifikasi dilakukan berdasarkan kecocokan data ante mortem dan post mortem dari kantong jenazah yang diterima tim DVI usai proses evakuasi oleh tim SAR.

“Seluruh korban telah teridentifikasi, jumlahnya 10 orang sesuai dengan manifest penerbangan, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang,” kata Irjen Djuhandhani saat konferensi pers di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Makassar, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, tim DVI menerima 11 kantong jenazah dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, 10 kantong berhasil diidentifikasi secara utuh, sementara satu kantong lainnya berisi bagian tulang yang dipastikan merupakan bagian tubuh dari salah satu korban.

“Dari 11 body pack yang kami terima, 10 dapat diidentifikasi dengan jelas. Satu kantong berisi bagian tulang, namun tetap dapat dibuktikan sebagai bagian dari korban kecelakaan,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Proses identifikasi dimulai sejak Jumat (23/1/2026) setelah seluruh kantong jenazah diterima. Tim DVI kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh melalui berbagai metode ilmiah.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel, Komisaris Besar Polisi Muh Haris, menyebut identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti pribadi, serta ciri medis korban.

“Pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan data post mortem dan ante mortem, meliputi sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis lainnya,” jelas Kombes Muh Haris.

Dari hasil pemeriksaan, korban yang teridentifikasi antara lain Yoga Nouval Prakoso dan Ferry Irawan, keduanya merupakan penumpang yang tercatat sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sementara dari kru pesawat, teridentifikasi Muhammad Parhan Gunawan sebagai kopilot, serta Andi Dahananto sebagai pilot ATR 42-500.

Selain itu, kru pesawat lainnya yang berhasil diidentifikasi adalah Hariadi, Dwi Murdiono, dan Restu Adi Pribadi. Seluruh identitas korban dinyatakan sesuai dengan data manifest penerbangan.

Kepala Pusat Identifikasi Pusdokkes Polri Brigjen Pol Mashudi menambahkan, sebagian besar korban dapat dikenali melalui metode sidik jari.

“Dari tujuh kantong jenazah yang kami terima dalam kondisi utuh, semuanya masih dapat diidentifikasi menggunakan sidik jari,” ungkap Brigjen Mashudi.

Setelah proses identifikasi rampung, seluruh jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sebelumnya, tiga jenazah telah lebih dahulu diambil keluarga masing-masing.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru