Selasa, 27 Januari 2026

Longsor dan Banjir Bandang Terjang Bandung Barat, Tujuh Orang Tewas, Ratusan Hilang


  • Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:30
  • | News
 Longsor dan Banjir Bandang Terjang Bandung Barat, Tujuh Orang Tewas, Ratusan Hilang Proses evakuasi korban. (Antaranews/Antara/Ilham Nugraha)

BANDUNG, ARAHKITA.COM - Tim gabungan terus melakukan pencarian korban bencana longsor disertai banjir bandang yang menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga Sabtu siang, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan warga lainnya masih dalam proses pencarian di lokasi terdampak.

Kapolsek Cisarua AKP A. Y. Yogaswara mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Warga sempat mendengar suara gemuruh keras sebelum material tanah dan lumpur meluncur dari Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.

Material longsor yang disertai banjir bandang tersebut menghantam permukiman warga dan menyebabkan kerusakan berat. Puluhan rumah dilaporkan tertimbun lumpur dan tanah, membuat sejumlah warga terjebak di dalam rumah saat kejadian berlangsung.

Berdasarkan data sementara dari kepolisian, hingga Sabtu 24 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, tujuh orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, ratusan warga lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan.

Proses evakuasi dan pencarian korban melibatkan personel kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, relawan, serta warga setempat yang bergotong royong membantu penanganan darurat di lapangan.

Namun, dilansir Antara, upaya pencarian tidak berjalan mudah. Kondisi medan yang berat, ketebalan material longsor, serta cuaca yang masih berpotensi hujan menjadi kendala utama bagi tim penyelamat dalam menjangkau area terdampak.

Kapolsek Cisarua menegaskan pihaknya tetap berupaya maksimal melakukan pencarian korban dengan mengutamakan keselamatan petugas. Ia juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk tetap waspada dan menjauhi area longsoran karena kondisi tanah masih labil dan berpotensi menimbulkan bencana susulan.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru