Loading
Banjir Karawang Capai Dua Meter, 20 Kecamatan Terendam. (Antaranews/Antara/HO-Pemkab Karawang)
KARAWANG, ARAHKITA.COM - Banjir dengan ketinggian air hampir mencapai dua meter merendam Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyusul meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Kondisi ini menjadi yang terparah di antara wilayah terdampak banjir yang kini meluas ke 20 kecamatan.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan status Sungai Citarum dan Cibeet telah berada pada level awas sejak Sabtu dini hari pukul 01.20 WIB. Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah meminta seluruh warga yang tinggal di bantaran sungai segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Pada Sabtu pukul 01:20 WIB status Sungai Citarum dan Cibeet berstatus Awas. Jadi semua warga yang tinggal dekat aliran sungai itu harus segera mengungsi," kata Bupati Karawang Aep Syaepuloh di Karawang, Sabtu.
Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah memastikan proses evakuasi telah dilakukan terhadap masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir. Sejumlah titik pengungsian telah disiapkan untuk menampung warga terdampak.
Hingga Sabtu pagi, banjir di Karawang terus meluas dan semakin parah. Jika sebelumnya tercatat 13 kecamatan terdampak, kini jumlahnya bertambah menjadi 20 kecamatan. Data tersebut Merujuk pada catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karawang per Jumat malam, 23 Januari, pukul 21.00 WIB.
Banjir saat ini , dilansir Antara , merendam sedikitnya 9.650 rumah yang tersebar di 58 desa dan kelurahan. Jumlah warga yang terdampak mencapai 10.927 kepala keluarga atau sekitar 31.601 jiwa dewasa. Selain itu, terdapat 969 balita, 111 bayi, dan 599 lanjut usia yang ikut terdampak.
Sebanyak 1.198 warga terpaksa mengungsi dan menempati lokasi pengungsian yang telah disediakan pemerintah daerah. Aparat gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat, mengingat potensi kenaikan debit udara masih mungkin terjadi jika hujan deras kembali mengguyur wilayah hulu.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi menghindari risiko yang lebih besar akibat banjir.
Sebanyak 20 kecamatan di wilayah Karawang yang kini dilanda banjir di antaranya:
Bupati Asep mengimbau agar seluruh masyarakat Karawang mematuhi perintah dari tim evakuasi yang ada di lapangan secara patuh. Hal tersebut harus dilakukan demi kesehatan, keselamatan kita bersama di tengah bencana banjir yang semakin meluas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar BPBD, Kodim 0604, Polres Karawang, Yonif 305 Tengkorak, tim kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan kemanusiaan yang ikut andil membantu mempersiapkan segala sesuatunya di lapangan mengenal tanpa waktu dan mengenal kelelahan,” katanya.