Loading
Warga RW 04 Cipinang Melayu yang terdampak banjir mengungsi di Masjid Universitas Borobudur, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta berdampak pada meningkatnya jumlah warga yang harus mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga saat ini terdapat 1.349 warga yang berpindah ke lokasi lebih aman karena rumah mereka terdampak genangan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebut tempat pengungsian berada di berbagai titik, terutama memanfaatkan masjid, musholla, pos RW, aula, hingga PAUD.
“Lokasi pengungsian di Kelurahan Kedung Angke, Jakarta Barat ada di beberapa masjid dan juga pos RW,” ujar Yohan di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, angka 1.349 pengungsi itu merupakan data yang berhasil dihimpun dari titik-titik pengungsian yang terpusat, sehingga petugas dapat melakukan pendataan langsung. Artinya, jumlah sebenarnya bisa saja lebih besar jika ada warga yang memilih mengungsi mandiri ke rumah kerabat atau tempat lainnya.114 RT Masih Terendam, Ketinggian Air hingga 120 Cm
BPBD juga mencatat kondisi banjir belum sepenuhnya surut. Hingga pukul 20.00 WIB, genangan masih terjadi di 114 RT serta 15 ruas jalan. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter, tergantung lokasi dan kondisi drainase setempat.
Data Titik Pengungsian (BPBD DKI Jakarta)
Berikut sebaran titik pengungsian yang dihimpun BPBD DKI Jakarta:Jakarta Barat
Kelurahan Kedaung Kali Angke
Kelurahan Jelambar
Kelurahan Meruya Selatan
Jakarta Pusat
Kelurahan Karet Tengsin
Jakarta Timur
Jakarta Utara
Kelurahan Kapuk Muara
BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama di area rawan genangan. Warga yang membutuhkan bantuan evakuasi maupun logistik dapat melapor melalui kanal resmi pemerintah daerah setempat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.