Kamis, 22 Januari 2026

Pecinan Glodok Bakal Terintegrasi dengan Kota Tua Jadi Satu Destinasi Wisata


  • Kamis, 22 Januari 2026 | 16:00
  • | News
 Pecinan Glodok Bakal Terintegrasi dengan Kota Tua Jadi Satu Destinasi Wisata Situasi di kawasan wisata Pecinan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (20/1/2026). ANTARA/Risky Syukur/aa.

JAKARTA ARAHKITA.COM  – Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyatakan bahwa kawasan Pecinan Glodok di Tamansari memiliki potensi budaya dan warisan yang kaya sehingga layak dikembangkan bersama Kota Tua Jakarta di bawah satu payung destinasi wisata terpadu.

“Wisata Pecinan Glodok akan menjadi satu kesatuan dengan Kota Tua karena di sini ada aspek budaya dan heritage yang akan dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Parekraf dan Dinas Kebudayaan,” ujar Iin saat ditemui di Jakarta, Rabu (21/1/20026).

Menurut Iin, Pecinan Glodok menawarkan ragam kuliner khas, suvenir, dan pernak-pernik yang bisa dinikmati wisatawan lokal maupun internasional.

“Banyak pernak-pernik dan suvenir agar masyarakat di luar Pecinan Glodok juga bisa hadir di sini. Ini adalah tempat yang sangat oke, kaya warisan, dan bisa menjadi lokasi edukasi dan literasi budaya,” jelasnya, seperti yang dikutip dari Antara.

Dengan integrasi ini, Iin optimistis pertumbuhan wisata di kedua kawasan akan meningkat, menawarkan pengalaman yang lebih nyaman dan beragam bagi pengunjung.

"Secara konsep, dinas terkait akan menyampaikan rencana integrasi ini. Kami ingin wisata di Kota Tua dan Pecinan Glodok bisa memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat,” tambah Iin.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menekankan bahwa salah satu tantangan utama adalah menertibkan parkir liar. Menurut Rano, jika masalah ini bisa diatasi, Pecinan Glodok berpotensi mendatangkan lebih banyak wisatawan dibandingkan destinasi internasional seperti Malaka, Malaysia.

“Proses penataan harus dilakukan bertahap dan terukur. Fokus awal kami adalah revitalisasi Kota Tua dulu. Pecinan Glodok yang tertata baik juga bisa menjadi destinasi penginapan untuk wisatawan yang datang ke Kota Tua,” kata Rano.

Jumlah pengunjung Kota Tua, termasuk pengguna Transjakarta, MRT, dan KRL, diperkirakan mencapai 2,5 juta orang per hari. Dengan penataan yang tepat, Glodok dapat menjadi area penginapan strategis yang mendukung ekosistem pariwisata Jakarta.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru