Selasa, 20 Januari 2026

Menu Makan Bergizi Gratis Diduga Picu Diare Massal di SMKN 3 Boyolangu


  • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:00
  • | News
 Menu Makan Bergizi Gratis Diduga Picu Diare Massal di SMKN 3 Boyolangu sampel makanan yang ditarik dari sekolah penerima manfaat pascainsiden keracunan masal di Satuan Peleyanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Moyoketen, Tulungagung, Jawa Timur. (Antara)

TULUNGAGUNG, ARAHKITA.COM – Ratusan siswa SMK Negeri 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, dilaporkan mengalami gangguan pencernaan berupa diare pada Selasa (20/1/2026). Kondisi tersebut diduga muncul setelah para siswa mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah sehari sebelumnya.

Menyusul kejadian itu, pihak sekolah memutuskan memulangkan seluruh siswa lebih awal agar mereka bisa segera mendapatkan penanganan medis dan mencegah kondisi semakin memburuk.

Wakil Kepala SMKN 3 Boyolangu Bidang Kesiswaan, Yuga Hermawan, mengungkapkan gejala awal mulai terdeteksi sejak pagi hari, ketika sejumlah siswa datang terlambat ke kelas dan mengeluhkan sakit perut disertai diare.

“Awalnya ada beberapa siswa yang terlambat masuk kelas dan dibawa ke ruang kesiswaan. Setelah dimintai keterangan, mereka mengeluh mengalami diare dan harus antre di toilet,” ujar Yuga seperti dikutip dari Antara.

Keluhan serupa kemudian dilaporkan siswa lainnya yang mendatangi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk meminta obat. Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 123 siswa tercatat mengalami diare dengan gejala yang hampir sama.

Yuga menjelaskan, para siswa menduga gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan menu MBG yang mereka konsumsi pada Senin pagi. Gejala mulai dirasakan sekitar 12 jam setelah makanan dikonsumsi.

“Menu MBG dikonsumsi sekitar pukul 08.00 WIB. Keluhan diare mulai muncul sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara guru yang mengonsumsi MBG pada siang hari baru merasakan gejala pada dini hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekitar 80 persen siswa dan tenaga pendidik di sekolah tersebut mengeluhkan kondisi serupa, termasuk dirinya.

Sebagai langkah cepat, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan Moyoketen selaku penyedia MBG. Pihak penyedia kemudian menarik seluruh menu MBG yang telah didistribusikan pada hari tersebut.

Sekolah juga memutuskan memulangkan siswa lebih awal agar yang mengalami gejala dapat segera memperoleh perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.

“Saat ini kami masih melakukan pendataan lanjutan dan berkoordinasi dengan wali murid terkait kemungkinan adanya siswa yang menjalani perawatan medis,” kata Yuga.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru