Kamis, 22 Januari 2026

Guru SMK di Jambi Diduga Dikeroyok Siswa, KPAI Minta Kemdikdasmen dan Pemda Turun Tangan


  • Senin, 19 Januari 2026 | 14:00
  • | News
 Guru SMK di Jambi Diduga Dikeroyok Siswa, KPAI Minta Kemdikdasmen dan Pemda Turun Tangan Arsip - Anggota KPAI Aris Adi Leksono di sela-sela diskusi publik bertajuk "Transformasi Sistem Zonasi PPDB: Menuju Pendidikan Merata dan Inklusif", di Jakarta, Kamis (12/12/2024). ANTARA/Anita Permata Dewi

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) bersama pemerintah daerah ikut turun tangan menengahi kasus dugaan pengeroyokan guru SMK oleh siswa di Provinsi Jambi.

Anggota KPAI Aris Adi Leksono menilai, penyelesaian kasus ini perlu ditempuh lewat musyawarah agar situasi sekolah kembali tenang dan tidak memunculkan konflik berkepanjangan.

“Kasus ini harus ditelusuri lebih dalam, apa yang menjadi penyebab terjadinya pertengkaran tersebut, sehingga akan mendapatkan fakta yang obyektif. Kami mendorong Kemdikdasmen dan kepala daerah untuk segera turun tangan guna menyelesaikan melalui musyawarah,” kata Aris saat dihubungi di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Menurut Aris, kehadiran pemerintah pusat dan pemda penting agar sekolah kembali menjadi ruang yang aman, nyaman, dan kondusif. Ia menekankan, hubungan guru dan siswa harus dibangun secara harmonis dan manusiawi supaya proses belajar tidak terganggu.

“Sehingga lingkungan sekolah menjadi kondusif, aman dan nyaman. Hubungan guru dan siswa harus harmonis dan humanis, agar proses pembelajaran berjalan baik, dengan hasil pembelajaran maksimal,” ujarnya.

Namun hingga kini, Aris mengatakan, persoalan tersebut belum menemukan jalan keluar. Musyawarah yang diharapkan belum berjalan karena belum ada kesepakatan.

“Masih belum ada titik temu untuk musyawarah,” kata dia.

KPAI juga menerima informasi bahwa para siswa yang terlibat tetap mengikuti kegiatan belajar di SMK tersebut. Sementara kondisi guru yang diduga menjadi korban belum mendapatkan pembaruan informasi terbaru.

“Informasi yang kami dapat anak tetap sekolah. Untuk guru belum ada update lagi,” ucapnya dikutip Antara.

Kasus ini sendiri mencuat setelah beredar video kekerasan yang viral di media sosial. Seorang guru di SMK Negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur diduga dikeroyok oleh sejumlah siswa.

Akibat keributan itu, guru tersebut dilaporkan mengalami luka ringan di beberapa bagian tubuh.

Di sisi lain, baik guru maupun siswa disebut memiliki versi kronologi yang berbeda. Keduanya sama-sama bersikeras bahwa tindakannya berada di pihak yang benar.

Situasi ini membuat perhatian publik terus mengarah pada langkah lanjutan pihak sekolah dan pemerintah daerah, termasuk apakah akan ada mediasi yang benar-benar melibatkan semua pihak agar konflik tidak berdampak lebih luas pada keamanan sekolah dan psikologis peserta didik.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru