Kamis, 22 Januari 2026

Digendong ke Pelaminan karena Banjir, Resepsi Ela dan Muhadi Bikin Haru


  • Minggu, 18 Januari 2026 | 22:40
  • | News
 Digendong ke Pelaminan karena Banjir, Resepsi Ela dan Muhadi Bikin Haru Tangkapan layar - Pasangan pengantin, Ela Laela dan Muhadi, di RW 16 Pedongkelan Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, terpaksa menerjang banjir untuk tetap melangsungkan resepsi pernikahan, Minggu (18/1/2026). ANTARA/Risky Syukur

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Banjir yang merendam permukiman warga di Jakarta Barat tak menyurutkan niat Ela Laela dan Muhadi untuk melangsungkan resepsi pernikahan. Meski air sempat menggenangi jalanan di RW 16 Pedongkelan, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, keduanya tetap memilih maju: resepsi tetap berjalan, walau harus menerjang genangan.

Resepsi itu sejatinya sudah disiapkan jauh-jauh hari. Karena itu, di tengah kondisi banjir yang sejak pagi masih cukup tinggi—hampir sebetis orang dewasa—mereka merasa tak punya pilihan lain selain tetap melanjutkan acara.

Namun di balik keputusan itu, Ela sempat berada di titik paling rendah. Pengantin perempuan tersebut mengaku pasrah dan hampir saja mengabaikan hari bahagianya. Bukan hanya karena air, tapi juga karena rasa takut: resepsi yang sudah dipersiapkan matang bisa jadi sepi tamu.

“Masakan sudah siap semua, tapi saya malah akhirnya tidur. Tukang rias bangunin saya juga enggak mau. Saya bilang buang aja,” ujar Ela mengenang momen itu.

Ela mengaku sempat putus asa. Ia bahkan menangis karena tak yakin akan ada undangan yang datang menembus banjir. Semua rencana yang sudah disusun dari awal terasa seperti runtuh dalam hitungan jam.

“Dari awal niatnya udah kuat, tapi pas banjir saya benar-benar putus asa. Sampai nangis semua. Saya sama bapak saya… saya enggak yakin kayaknya enggak bakal ada tamu,” katanya.

Di tengah keraguan itu, sosok ayah menjadi penyelamat. Sang ayah terus membangkitkan semangat Ela agar tidak menyerah. Perlahan, dukungan keluarga membuat Ela kembali berdiri, dan resepsi pun diputuskan tetap dilanjutkan.

“Akhirnya bapak saya mendukung, nguatin semuanya. Termasuk tukang masak akhirnya bisa, alhamdulillah surut,” ucap Ela.

Momen paling mengharukan terjadi saat Ela harus menuju pelaminan. Dengan kondisi banjir yang masih menggenang, Muhadi menggandeng keputusan yang tak biasa: ia menggendong Ela agar bisa sampai ke panggung pelaminan tanpa basah kuyup.

Seiring waktu berjalan, kekhawatiran Ela pelan-pelan berubah menjadi haru. Menjelang siang, air berangsur surut. Tamu yang sebelumnya diperkirakan batal hadir mulai berdatangan satu per satu. Bahkan keluarga dari luar kota pun tetap menyempatkan diri.

“Terharu, gembira. Semua pada datang. Dukungan semua keluarga… saudara saya dari Pandeglang yang jauh-jauh pada datang,” tutur Ela dikutip Antara.

“Alhamdulillah saya bersyukur sama yang kuasa. Sama keluarga saya, sama bapak saya… bersyukur.”

Di tengah banjir yang sempat membuat segalanya tampak mustahil, resepsi itu akhirnya tetap terjadi—bukan hanya sebagai pesta pernikahan, tapi juga sebagai kisah tentang keteguhan, dukungan keluarga, dan keyakinan untuk tetap melangkah meski jalanan tergenang.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru