Loading
IKEP-KT untuk pertama kalinya menggelar Natal dan Tahun Baru Bersama di Jakarta pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Gedung PMKRI Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Ikatan Keluarga Perantau Kecamatan Titehena (IKEP-KT) mencatat momen penting di awal tahun 2026. Untuk pertama kalinya, komunitas perantau asal Kecamatan Titehena menggelar Natal dan Tahun Baru Bersama di Jakarta.
Kegiatan perdana ini berlangsung pada Sabtu 17 Januari 2026 di Gedung PMKRI Menteng, Jakarta Pusat. Acara tersebut bukan sekadar seremonial perayaan, tetapi menjadi titik temu yang mempererat kembali ikatan kekeluargaan diaspora Titehena yang kini berdomisili di wilayah Jabodetabek.
Suasana hangat terasa sejak awal acara. Tawa, sapaan akrab, dan pelukan rindu mengisi ruangan, seolah jarak perantauan tak lagi berarti. Hadir dalam kegiatan ini pengurus, anggota, perwakilan orang tua, hingga dewan pembina—menegaskan bahwa IKEP-KT dibangun sebagai keluarga besar yang saling menjaga dan menguatkan.
Ketua Panitia, Niken Makin, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras demi terselenggaranya acara perdana ini.“Natal dan Tahun Baru Bersama ini bukan hanya perayaan, tetapi ruang pulang bagi kita semua. Di tanah rantau, kebersamaan seperti inilah yang menguatkan dan mengingatkan kita bahwa kita berasal dari akar yang sama,” ujar Niken.
Sementara itu, Ketua Umum IKEP-KT, Epenk Jawang, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal membangun organisasi kekeluargaan yang solid, rapi, dan berkelanjutan.
“Natal menghangatkan ikatan keluarga, dan Tahun Baru menguatkan kebersamaan. IKEP-KT hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh perantau Titehena. Ini adalah awal perjalanan kita untuk saling menopang, saling menjaga, dan bertumbuh bersama,” tuturnya.
Dari unsur orang tua, Hans Kumanireng memberikan pesan yang menohok namun penuh kasih, terutama untuk generasi muda yang sedang meniti hidup jauh dari kampung halaman.
“Di mana pun berada, jangan lupa asal-usul. Persatuan, saling menghormati, dan menjaga nama baik kampung halaman adalah tanggung jawab bersama yang harus terus dirawat,” pesannya.
Apresiasi juga datang dari Dewan Pembina yang diwakili Lidi Deornay. Ia menilai kegiatan ini sebagai fondasi penting bagi masa depan IKEP-KT, jika terus dirawat dengan komunikasi dan gotong royong yang kuat.
“Kebersamaan hari ini adalah fondasi yang kuat. Dengan komunikasi yang baik dan semangat gotong royong, IKEP-KT dapat tumbuh menjadi wadah persatuan perantau yang memberi dampak positif bagi sesama,” ungkapnya.
Ke depan, perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama ini diharapkan menjadi agenda tahunan dan sekaligus penanda awal penguatan peran IKEP-KT sebagai rumah besar keluarga Titehena di tanah rantau—tempat berbagi kabar baik, saling menopang saat sulit, dan menjaga akar kebersamaan agar tetap hidup lintas generasi.