Loading
Kondisi banjir di Jalan NIS, Cilandak Timur, Jakarta Selatan selama hujan deras, Jakarta, Senin (12/1/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/am.
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Banjir kembali menyapa Ibu Kota. Dampak curah hujan tinggi sejak malam hingga Minggu pagi membuat air menggenangi sejumlah titik permukiman dan ruas jalan di Jakarta.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga pukul 09.00 WIB tercatat 35 RT dan 23 ruas jalan terendam banjir.Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan genangan tersebar di beberapa wilayah Jakarta dengan tinggi air bervariasi.
Sebaran Wilayah Terdampak
Di wilayah permukiman, genangan paling banyak tercatat di Jakarta Barat, yakni 17 RT dengan ketinggian air berkisar 25–60 cm. Sementara itu:
Untuk titik dengan genangan cukup tinggi, Yohan menyebut Kelurahan Kedaung Kali Angke menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Di lokasi tersebut, ada 8 RT dengan ketinggian air mencapai 45–60 cm. Selain itu, genangan juga terjadi di Kelurahan Tegal Alur, dengan 4 RT tergenang pada kisaran 30–40 cm.
Sementara di Jakarta Utara, dua RT dilaporkan terendam di Kelurahan Pademangan Barat (sekitar 30 cm).
Ruas Jalan Ikut Terendam
Banjir tidak hanya merendam kawasan permukiman, namun juga mengganggu aktivitas warga karena sejumlah jalan tergenang.
BPBD mencatat:
Titik jalan dengan genangan paling tinggi berada di Jakarta Utara, khususnya di kisaran 40–70 cm, antara lain:
Sementara di Jakarta Barat, salah satu jalan yang dilaporkan tergenang adalah Jalan Benda Raya, Kamal.
Ada Pengungsi, BPBD Siagakan Personel
Banjir ini juga memicu munculnya pengungsian. Di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, warga yang terdampak sementara mengungsi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Alur Anggrek, dengan jumlah 12 KK atau 29 jiwa.
BPBD menyatakan telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi di setiap wilayah, sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait penanganan genangan.
“Petugas dikerahkan untuk memonitor genangan dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan,” kata Yohan dikutip Antara.
Selain penyedotan, BPBD juga memastikan aliran air dan saluran berfungsi dengan baik bersama lurah dan camat setempat, termasuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. BPBD menargetkan genangan bisa surut secepatnya.
Warga Diminta Waspada
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Jika berada dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa.