Loading
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengevakuasi puing atap sebuah rumah di Jalan Subur RT 10/06 Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bergerak cepat mengevakuasi puing-puing atap rumah warga yang roboh di Jalan Subur RT 10/06, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin pagi dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Lurah Susukan, Puja Akbar Sahroni, mengatakan pihaknya langsung menurunkan lima personel PPSU untuk menangani rumah warga dengan luas atap sekitar 30 meter persegi yang ambruk.
“Untuk penanganan atap rumah warga seluas kurang lebih 30 meter persegi ini, kami mengerahkan lima personel PPSU,” ujar Puja Akbar Sahroni, Senin (12/1/2026).
Menurut Puja, atap rumah tersebut ambruk sekitar pukul 09.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah Ciracas. Petugas PPSU tidak hanya membersihkan puing-puing atap, tetapi juga membantu memindahkan perabot rumah tangga milik korban ke tempat yang lebih aman.
“Pemilik rumah untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya yang lokasinya tidak jauh dari rumah tersebut,” jelas Puja.
Selain penanganan darurat, pihak kelurahan juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu korban.
“Kami sudah bersurat ke Suku Dinas Sosial dan Baznas (Bazis) Jakarta Timur agar penyintas mendapatkan bantuan,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Puja menambahkan, beruntung tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini.
Ketua RT 10/06 Kelurahan Susukan, Dedeng Sulaiman, mengungkapkan bahwa kondisi rumah tersebut sebelumnya memang sudah memprihatinkan, terutama bagian plafon yang rapuh.
“Plafonnya memang sudah lama rapuh. Saat hujan deras turun, atap langsung ambruk,” kata Dedeng.
Ia menyebutkan rumah tersebut sebelumnya pernah diusulkan untuk masuk program bedah rumah, namun hingga kini belum terealisasi.
“Harapan kami rumah ini bisa segera direhab agar pemiliknya bisa kembali tinggal dengan aman,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik rumah, Asih (54), mengaku tidak berada di rumah saat kejadian. Ia sedang mandi di rumah orang tuanya yang berada tak jauh dari lokasi.
“Waktu itu hujan deras disertai angin kencang. Saya lagi mandi, tiba-tiba dikabari kalau atap rumah saya ambruk,” tutur Asih.
Usai mendapat informasi dari tetangga, Asih langsung mendatangi rumahnya dan mendapati kondisi atap sudah runtuh ke lantai.
“Kami sangat berharap ada bantuan untuk perbaikan rumah ini, karena memang tidak punya dana untuk memperbaiki sendiri,” ucapnya.