Loading
Air menggenangi jalan naik tol di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Polres Metro Jakarta Utara, Senin (12/1/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta sejak Senin (12/1/2026) pagi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta Utara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pukul 10.00 WIB, genangan air merendam 20 ruas jalan dan dua rukun tetangga (RT).
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan banjir tersebar di beberapa kecamatan, terutama wilayah pesisir Jakarta Utara.
“Data banjir terbaru hingga pukul 10.00 WIB menunjukkan terdapat 20 ruas jalan dan dua RT yang tergenang akibat curah hujan tinggi,” ujar Yohan di Jakarta, Senin (12/1/2026) seperti yang dikutip dari Antara.
Wilayah Terdampak Banjir
BPBD DKI mencatat genangan air terjadi di sejumlah kecamatan, antara lain Koja, Cilincing, Tanjung Priok, Kelapa Gading, dan Penjaringan.
Di Kecamatan Koja, banjir merendam Jalan Anggrek (Kelurahan Rawa Badak Utara), Jalan Walang Baru VII A (Kelurahan Tugu Utara), Jalan Jampea RW 007, Jalan Deli RW 007, Jalan Lorong 22, Jalan Mawar RW 002, Jalan Cipeucang V, serta Lorong Z RW 001.
Sementara di Kecamatan Cilincing, genangan tercatat di Jalan Rorotan 10, Kelurahan Rorotan.
Untuk wilayah Tanjung Priok, banjir melanda Jalan Agung Karya VI (Kelurahan Sungai Bambu), Jalan Taman Stasiun, Jalan Yos Sudarso di depan Altira (Kelurahan Sunter Jaya), serta Jalan Sunter Indah Raya.
Di Kelapa Gading, genangan terlihat di Jalan Pegangsaan Dua depan Yakobus, Jalan Rawa Indah, Jalan Pegangsaan Dua depan Apartemen Greenhill, Jalan Hibrida, Jalan Pegangsaan Dua depan RJTM, hingga Jalan Arteri Pegangsaan Dua.
Sedangkan di Penjaringan, banjir menggenangi Jalan Muara Baru dan kawasan Pluit Sea View.
Langkah Penanganan BPBD
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi di lapangan dan melakukan penanganan bersama instansi terkait.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk penyedotan genangan, memastikan saluran air berfungsi, dan menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” jelas Yohan.
BPBD menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat, seiring berjalannya proses penyedotan dan normalisasi saluran air.
Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama saat melintasi jalan yang tergenang. Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan darurat 112, yang tersedia gratis selama 24 jam.