Pemuda Katolik Bogor Luncurkan Gerakan Ekologis: Tanam Pohon dan Deklarasi “Bogor Bersemi” di Bubulak


  • Minggu, 11 Januari 2026 | 19:15
  • | News
 Pemuda Katolik Bogor Luncurkan Gerakan Ekologis: Tanam Pohon dan Deklarasi “Bogor Bersemi” di Bubulak Pemuda Katolik Kota Bogor memulai Gerakan Ekologis lewat aksi tanam pohon dan Deklarasi Bogor Bersemi di Bubulak, yang digelar di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, pada Sabtu (10/1/2026). (Foto: Istimewa)

BOGOR, ARAHKITA.COM — Upaya menjaga bumi tak cukup hanya lewat slogan. Di Kota Bogor, semangat itu diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Pemuda Katolik Kota Bogor menginisiasi “Gerakan Ekologis Pemuda Kota Bogor” melalui aksi penanaman pohon sekaligus Deklarasi “Bogor Bersemi”, yang digelar di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, pada Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan ini diposisikan sebagai titik awal gerakan berkelanjutan, yang mendorong pemuda lintas organisasi, komunitas, dan elemen warga untuk bergerak bersama—bukan hanya menanam, tetapi juga merawat dan memulihkan lingkungan. Pesannya jelas: Kota Bogor adalah rumah bersama yang harus dijaga bersama.

Tanam Pohon dan Deklarasi: Gerakan, Bukan Seremonial

Tak sekadar menanam pohon, para peserta juga menandatangani serta mengikrarkan Deklarasi Bogor Bersemi. Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen kolektif untuk mewujudkan Bogor yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.

Ketua Pelaksana kegiatan, Silvester S. Jata, menegaskan bahwa aksi ini bukan agenda satu kali selesai.

“Gerakan ini bukan seremonial. Tanam pohon dan Deklarasi Bogor Bersemi adalah simbol sekaligus ikrar bersama bahwa pemuda Bogor siap terlibat aktif menghadapi krisis iklim, kerusakan lingkungan, dan ancaman bencana melalui tindakan nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ajakan untuk Pemuda Bogor: Bergerak, Berkontribusi, Menjadi Penjaga Kehidupan

Ketua Pemuda Katolik Kota Bogor, Boy Fernando Lumban Raja, menyampaikan bahwa gerakan ekologis ini lahir dari kesadaran bahwa persoalan lingkungan tidak bisa dibebankan pada satu pihak.

Menurutnya, generasi muda punya peran strategis untuk mempercepat perubahan—mulai dari langkah sederhana hingga gerakan kolektif.

“Kami memilih tanam pohon dan Deklarasi Bogor Bersemi sebagai simbol sekaligus tindakan nyata. Ini adalah ajakan bagi seluruh pemuda Kota Bogor untuk bergerak, berkontribusi, dan menjadi pelayan kehidupan serta penjaga kelestarian lingkungan,” tegas Boy.

Boy juga menekankan, hari ini baru permulaan. “Hari ini kita menanam dan berikrar. Ke depan, kita merawat dan mengedukasi. Dari Bubulak, kami ingin menyalakan semangat agar semakin banyak wilayah di Bogor ikut bergerak,” lanjutnya.

Dukungan KNPI dan Kadin: Lingkungan Harus Jadi Agenda Bersama

Gerakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ketua KNPI Kota Bogor, Rivaldo Surya, mengapresiasi langkah Pemuda Katolik yang menjadikan isu lingkungan sebagai agenda strategis gerakan pemuda.

“Tanam pohon hari ini adalah investasi masa depan. Apa yang dilakukan Pemuda Katolik membuktikan bahwa pemuda Bogor mampu memimpin perubahan melalui kolaborasi dan aksi nyata,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kadin Kota Bogor, Bagus Maulana Muhammad, menyampaikan bahwa keterlibatan dunia usaha penting untuk memperkuat dampak gerakan ekologis.“Isu lingkungan harus menjadi bagian dari ekosistem berkelanjutan. Kadin siap mendukung gerakan seperti ini agar dunia usaha dan organisasi kepemudaan dapat berjalan seiring menjaga kelestarian alam,” ungkapnya.

Pesan Laudato Si’: Menanam Pohon Sama dengan Menanam Harapan

Dari sisi spiritual dan nilai kemanusiaan, Pastor Moderator Pemuda Katolik se-Keuskupan Bogor, RD Dionysius Adi Tedjo, mengaitkan gerakan ini dengan pesan ensiklik Laudato Si’ tentang merawat bumi sebagai rumah bersama.

“Paus Fransiskus mengingatkan bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab. Menanam pohon berarti menanam harapan. Ketika pemuda merawat bumi, mereka sedang merawat kehidupan dan mewariskan masa depan bagi generasi berikutnya,” tuturnya.

Dinilai Relevan, Jawa Barat Darurat Bencana

Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Alfian Syukur, menilai gerakan ini sangat relevan karena Jawa Barat dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kebencanaan tinggi di Indonesia.

“Gerakan Ekologis Pemuda Kota Bogor adalah respons nyata atas tantangan ekologis di Jawa Barat. Ini menunjukkan pemuda Katolik tidak hanya peka terhadap persoalan zaman, tetapi juga hadir membawa solusi melalui aksi nyata. Ini patut menjadi model gerakan ekologis di seluruh Jawa Barat,” tegasnya.

Pemkot Bogor: Kolaborasi Jadi Kunci

Mewakili Wali Kota Bogor, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor melalui perwakilan bernama Wawa, menyampaikan apresiasi dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung kolaborasi berbagai pihak.

“Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Bogor yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. Kami sangat mengapresiasi inisiasi ini,” ujarnya.

Lintas Elemen Hadir, Bogor Bersemi Dimulai dari Akar

Kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur, di antaranya Pemuda Katolik Kabupaten Bogor, Dinas KUKMDAGIN, Bawaslu Kota Bogor, Kesbangpol Kota Bogor, Sekretaris Kecamatan Bogor Barat, Lurah Bubulak, Lurah Logi, organisasi kepemudaan se-Kota Bogor, WKRI BMV Katedral Bogor, Seksi Ekologi BMV Katedral Bogor, KEMAKIPB, hingga OMK SFA.

Melalui Gerakan Ekologis Pemuda Kota Bogor, Pemuda Katolik Kota Bogor mengajak seluruh elemen pemuda menjadikan semangat Hari Lingkungan Hidup sebagai gerakan jangka panjang—dimulai dari menanam, dilanjutkan dengan merawat, serta memperluas edukasi lingkungan demi masa depan Kota Bogor dan generasi yang akan datang.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru