Jumat, 14 Agustus 2026

Tanggul Jebol, Permukiman di Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir Sungai


  • Kamis, 01 Januari 2026 | 22:50
  • | News
 Tanggul Jebol, Permukiman di Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir Sungai Banjir kiriman kembali merendam pemukiman warga hilir di Desa Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2025). ANTARA/HO/Warga

BANDA ACEH, ARAHKITA.COM – Warga Kampung Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, kembali dilanda banjir setelah tanggul sungai di wilayah tersebut dilaporkan jebol. Air sungai meluap dan menggenangi jalan serta permukiman yang sebelumnya belum sepenuhnya pulih dari banjir bandang.

Tokoh pemuda Bendahara Hilir, M Daud, mengatakan banjir terjadi karena kerusakan tanggul yang hingga kini belum diperbaiki pasca bencana sebelumnya. Peristiwa tanggul jebol ini dilaporkan terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Tiga jam kemudian, genangan air semakin meluas.

“Tanggul yang jebol berada di ruas jalan penghubung Kecamatan Bendahara dan Seruway. Air langsung melimpah ke jalan dan masuk ke kawasan pemukiman warga,” ujar M Daud.

Akibat kejadian tersebut, Kampung Raja kembali terendam banjir. Padahal, sebagian warga masih bertahan di tenda pengungsian akibat dampak banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Menurut warga setempat, banjir susulan ini diduga berasal dari luapan air kiriman dari wilayah hulu sungai, menyusul intensitas hujan yang cukup tinggi di kawasan pegunungan.

M Daud juga mengungkapkan bahwa kerusakan tanggul tidak hanya terjadi di Kampung Raja. Sejumlah titik tanggul di pesisir Kecamatan Bendahara dilaporkan rusak sejak banjir bandang pada 26 November 2025 dan belum tertangani.

“Kerusakan tanggul meliputi Kampung Raja, Lubuk Batil, hingga Marlempang. Kondisinya membuat warga selalu waswas setiap kali hujan deras turun di hulu sungai,” jelasnya.

Ia menambahkan, kekhawatiran warga semakin meningkat karena kondisi tanggul yang jebol berpotensi menyebabkan banjir berulang, terutama bagi kampung-kampung yang berada di wilayah hilir sungai.

Sementara itu, banjir juga sempat melanda Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, pada Rabu malam (31/12/2025). Luapan air berasal dari sungai di kawasan objek wisata pemandian Gunung Pandan.

Datok Penghulu Kampung Selamat, Suherman, menyebutkan banjir tersebut tidak berlangsung lama dan air surut dalam beberapa jam. “Air sempat masuk ke kampung hingga area dekat tower menuju Gunung Pandan. Tidak ada korban maupun pengungsian. Banjir hanya bersifat sementara,” katanya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru