Selasa, 27 Januari 2026

PBB Sebut Jakarta Kota Terbesar Dunia, Tokyo Turun ke Peringkat Tiga


  • Kamis, 01 Januari 2026 | 18:00
  • | News
 PBB Sebut Jakarta Kota Terbesar Dunia, Tokyo Turun ke Peringkat Tiga Warga berfoto saat berkunjung di Sky Garden UP at Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (25/6/2025). (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang prospek urbanisasi global menempatkan Jakarta sebagai kota terbesar di dunia berdasarkan jumlah penduduk. Dengan estimasi mencapai 41,9 juta jiwa, Jakarta kini berada di peringkat pertama, menggeser Tokyo ke posisi ketiga.

Dalam laporan yang dikutip Kantor Berita Jepang Kyodo, PBB menyebut laju pertumbuhan penduduk Tokyo lebih lambat dibandingkan Jakarta dan Dhaka, yang kini menempati peringkat kedua. Perubahan ini menandai pergeseran besar peta kota-kota terpadat dunia dalam dua dekade terakhir.

Tokyo Diproyeksikan Terus Turun

Menurut laporan tersebut, peringkat Tokyo telah merosot dari posisi pertama pada tahun 2000 menjadi ketiga pada 2025. Ke depan, jumlah penduduk kawasan perkotaan Tokyo diperkirakan menyusut dari 33,4 juta jiwa pada 2025 menjadi 30,7 juta jiwa pada 2050. Dengan tren ini, Tokyo diproyeksikan turun hingga peringkat ketujuh kota terbesar dunia.

Sebaliknya, Dhaka diprediksi akan menjadi kota dengan populasi terbesar dunia pada 2050 dengan jumlah penduduk sekitar 52,1 juta jiwa. Setelah Dhaka dan Jakarta, kota-kota lain yang diperkirakan masuk daftar teratas adalah Shanghai, New Delhi, Karachi, dan Kairo.

Cara PBB Mendefinisikan “Kota”

Dalam laporan ini, PBB mendefinisikan “kota” sebagai aglomerasi wilayah geografis yang saling berdekatan dengan kepadatan minimal 1.500 penduduk per kilometer persegi dan total populasi sedikitnya 50.000 jiwa. Definisi ini digunakan agar perbandingan antarnegara dapat dilakukan secara lebih setara.

Berdasarkan metodologi Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (DESA), perhitungan populasi Tokyo mencakup kawasan perkotaan yang meluas hingga prefektur tetangga seperti Saitama, Chiba, dan Kanagawa. Sementara itu, jumlah penduduk administratif Tokyo sendiri tercatat sekitar 14 juta jiwa.

Urbanisasi Dunia Terus Meningkat

PBB menilai data ini penting sebagai rujukan bagi pembuat kebijakan dan peneliti dalam merancang masa depan kota. Pengelolaan pertumbuhan perkotaan secara berkelanjutan dinilai krusial, bukan hanya bagi kualitas hidup warga kota, tetapi juga bagi pencapaian target iklim global dilansir Antara.

Saat ini, sekitar 45 persen dari total 8,2 miliar penduduk dunia tinggal di kawasan perkotaan—lebih dari dua kali lipat dibandingkan proporsinya pada 1950. Bahkan, sekitar dua pertiga pertumbuhan penduduk dunia antara 2025 hingga 2050 diproyeksikan terjadi di kota-kota, sementara sisanya di kota kecil.

Jepang dan China Alami Penyusutan Kota

Meski urbanisasi global meningkat, PBB mencatat sejumlah negara justru akan mengalami penurunan signifikan populasi perkotaan pada 2050. Jepang dan China termasuk di antaranya, terutama akibat tingkat kelahiran yang rendah dan penurunan jumlah penduduk secara keseluruhan.

Dalam daftar 10 kota terbesar dunia pada 2025, hanya Tokyo dan Seoul yang diperkirakan mengalami penurunan jumlah penduduk pada pertengahan abad ini. Temuan ini menunjukkan tantangan demografis yang kian nyata bagi negara-negara dengan populasi menua.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru