Loading
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional BGN Nanik S Deyang memberikan keterangan pers. (ANTARA FOTO)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disorot Badan Gizi Nasional (BGN). Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) wajib terlibat langsung dalam proses memasak hingga pendistribusian makanan ke sekolah.
Penegasan itu disampaikan Nanik dalam pengarahan Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (14/12/2025). Ia menilai peran kepala SPPG kerap belum maksimal pada tahapan paling krusial program MBG.
“Saya tahu kalau yang dikerjain selalu ahli gizi sampai pagi. Bener nggak ahli gizi? Yang nungguin ahli gizi, kadang-kadang malah dibantu akuntan,” ujar Nanik.
Nanik menjelaskan kepala SPPG sebagai penanggung jawab dapur MBG harus hadir sejak dini hari, setelah serah terima tugas dari ahli gizi. Peran tersebut mencakup pengawasan proses memasak, pemastian bahan makanan matang sempurna, hingga distribusi ke sekolah dan penerima manfaat.
Menurut dia, kepala SPPG juga wajib memastikan pemisahan porsi berjalan sesuai standar, memantau harga bahan di pasar, serta memberikan edukasi gizi. Seluruh rangkaian ini menjadi kunci menjaga mutu dan keamanan program MBG.
Pengaturan shift dan Pengawasan Lapangan
Nanik menekankan kepala SPPG harus mengatur jam kerja seluruh tim secara disiplin. Pengaturan ini mencakup akuntan, ahli gizi, hingga relawan dapur MBG.
Pada shift pagi, sekitar pukul 08.00–09.00, akuntan bertugas mengecek pembelian bahan baku, memantau harga dan kualitas, serta mengawasi pencucian ompreng yang dikembalikan dari sekolah. Akuntan juga memastikan penyimpanan bahan baku sesuai prosedur.
Shift sore hingga malam menjadi tanggung jawab ahli gizi. Mereka mulai bekerja sekitar pukul 16.00–17.00 setelah serah terima dari akuntan. Tugasnya meliputi pengecekan ulang bahan makanan, kualitas, proses pencucian, pemotongan, hingga persiapan memasak.
Dalam tahap distribusi, kepala SPPG diminta turun langsung memantau pengiriman MBG ke sekolah, posyandu, serta kelompok sasaran lainnya. Nanik juga mengingatkan kepala SPPG harus sigap menangani kendala lapangan dan aktif berkoordinasi dengan pimpinan wilayah setempat.
Ia menegaskan pengawasan menyeluruh menjadi syarat agar penyaluran MBG kepada siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berjalan aman, tepat sasaran, dan berkelanjutan.