Jumat, 23 Januari 2026

Kudeta Militer di Guinea-Bissau: Presiden Embalo Digulingkan, Perbatasan Ditutup Total


  • Kamis, 27 November 2025 | 10:00
  • | News
 Kudeta Militer di Guinea-Bissau: Presiden Embalo Digulingkan, Perbatasan Ditutup Total Arsip foto - Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embalo berpidato di Sidang Umum ke-76 Majelis Umum PBB di New York City, AS, 22 September 2021. (ANTARA/Reuters/Eduardo Munoz/Pool/as.

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Situasi politik Guinea-Bissau memasuki babak genting. Pada Rabu (26/11/2025) waktu setempat, militer Guinea-Bissau resmi menggulingkan Presiden Umaro Sissoco Embalo dan mengambil alih roda pemerintahan. Seluruh akses keluar-masuk negara—baik darat, laut, maupun udara—ditutup tanpa batas waktu.

Kelompok militer yang menamakan diri “Komando Militer Tinggi untuk Pemulihan Keamanan Nasional dan Ketertiban Umum” langsung menyiarkan deklarasi pengambilalihan kekuasaan melalui televisi nasional TGB. Mereka menyatakan telah menguasai pemerintahan sepenuhnya dengan dalih menemukan rencana besar untuk menggoyahkan stabilitas negara.

Dalam pernyataan tersebut, militer mengklaim telah membongkar persekongkolan berbahaya yang melibatkan politisi lokal, seorang tokoh yang diduga sebagai gembong narkoba, hingga aktor asing. Upaya manipulasi hasil pemilu juga disebut menjadi bagian dari skema tersebut, lengkap dengan penemuan senjata perang yang memperkuat tuduhan militer.

Kudeta ini membuat pemerintahan sipil lumpuh mendadak. Semua institusi negara dibekukan, proses pemilu dihentikan, media dibatasi, serta jam malam 9 jam diberlakukan mulai pukul 21.00. Militer meminta negara-negara Afrika Barat untuk memahami situasi, seraya menyebut tindakan ini sebagai langkah darurat demi menjaga keamanan nasional.

Di tengah gejolak tersebut, baku tembak dilaporkan terjadi di sekitar Istana Kepresidenan. Persaingan politik yang panas pasca pemilu dinilai menjadi pemicu utama. Presiden Embalo dan rivalnya, kandidat independen Fernando Dias, sama-sama mengklaim kemenangan pada awal pekan setelah pemungutan suara — situasi yang makin memanaskan atmosfer politik di negara kecil Afrika Barat itu.

Media Prancis RFI melaporkan bahwa Dias dan mantan PM Domingos Simoes Pereira ikut ditangkap dan dibawa ke pangkalan udara. Pereira, sosok penting dalam sejarah kemerdekaan Guinea-Bissau, sebelumnya didiskualifikasi dari pencalonan presiden karena terlambat melengkapi syarat administrasi.

Embalo sendiri mengaku ditahan tanpa kekerasan saat berada di kantor kepresidenan. Ia menyebut kudeta ini dipimpin panglima angkatan darat, sementara Kepala Staf Jenderal Biague Na Ntan, wakilnya Jenderal Mamadou Toure, dan Menteri Dalam Negeri Botche Cande ikut diamankan dilansir Antara.

Di luar kompleks militer, ketegangan masih terasa. Sumber lokal menyebut dentuman tembakan terdengar di dekat kantor Komisi Pemilihan Umum. Di sisi lain, Dias sempat menyerukan agar militer bersikap netral dan tidak ikut campur dalam sengketa hasil pemilu — namun keadaan berubah cepat sebelum hasil resmi diumumkan.

Krisis Guinea-Bissau kini memasuki fase penentuan. Dunia menanti perkembangan terbaru, sementara rakyat Guinea-Bissau menghadapi hari-hari penuh ketidakpastian.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru