Loading
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bertakziah ke Keraton Surakarta Hadiningrat pada Selasa malam (4/11/2025). (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Pemerintah menunjukkan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa melalui upaya pemugaran dan revitalisasi situs bersejarah di Keraton Surakarta Hadiningrat, Kota Solo, Jawa Tengah.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung pelestarian aset budaya nasional, termasuk Keraton Surakarta yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tinggi bagi masyarakat Jawa.
“Keraton Surakarta adalah bagian penting dari identitas budaya Indonesia. Kami ingin memastikan warisan leluhur ini tetap lestari dan dapat menjadi pusat edukasi budaya bagi generasi mendatang,” ujar Fadli dalam keterangan resminya, Rabu (5/11/2025).
Dalam kunjungan kerja ke Solo pada Selasa (4/11/2025), Fadli Zon bersama sejumlah pejabat kementerian meninjau langsung Panggung Songgo Buwono dan Museum Keraton Surakarta, dua aset bersejarah yang kini tengah difasilitasi pemugarannya oleh pemerintah.
Selain meninjau upaya pelestarian, Menteri Kebudayaan juga hadir untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Raja Keraton Surakarta Hadiningrat yang berpulang pada 2 November 2025 di usia 77 tahun.
“Atas nama Kementerian Kebudayaan, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII. Beliau merupakan sosok yang berdedikasi tinggi dalam menjaga dan memajukan kebudayaan Jawa,” ucapnya.
Sri Susuhunan Pakubuwono XIII dikenal luas sebagai pemimpin yang gigih mempertahankan tradisi dan nilai luhur Jawa, sekaligus menjadikan keraton bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga pusat pengembangan kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui kerja sama antara pemerintah dan pihak keraton, diharapkan pelestarian warisan budaya Keraton Surakarta dapat terus berjalan dan memberi manfaat besar bagi pendidikan, pariwisata, serta penguatan identitas bangsa.