Polisi Telusuri Ponsel dan Laptop Mahasiswa Unud yang Tewas di Kampus


  • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 12:00
  • | News
 Polisi Telusuri Ponsel dan Laptop Mahasiswa Unud yang Tewas di Kampus Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Natalius Pigai didampingi Rektor Universitas Udayana Prof I Ketut Sudarsana mengangkat poster berisi kampanye anti perundungan saat di Kampus Universitas Udayana, Sudirman, Denpasar, Bali, Jumat (24/10/2025). ANTARA/Rolandus Nampu.

DENPASAR, ARAHKITA.COM — Kepolisian Daerah (Polda) Bali kini tengah menelusuri isi ponsel dan laptop milik TAS (22), mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud), yang ditemukan tewas di lingkungan kampus beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan Ariasandy, mengatakan pemeriksaan terhadap dua perangkat elektronik itu dilakukan untuk mencari petunjuk terkait penyebab kematian TAS.

“Kami sedang mendalami perangkat milik korban untuk mengetahui apakah ada indikasi tertentu yang mengarah pada tindakan bunuh diri,” jelas Ariasandy di Denpasar, Sabtu (25/10/2025).

Awalnya Ditolak Keluarga

Menurut Ariasandy, penyelidikan sempat terhambat karena keluarga korban menolak membuka akses ponsel dan laptop TAS. Sang ibu bahkan telah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan menerima kematian putranya dan tidak ingin menempuh jalur hukum.

Namun setelah dilakukan pendekatan dan penjelasan oleh pihak kepolisian, keluarga akhirnya bersedia menyerahkan kedua perangkat tersebut. Barang bukti kini telah diserahkan ke Direktorat Reserse Siber Polda Bali untuk ditelusuri lebih lanjut.

Analisis Digital Masih Berlangsung

Hingga kini, tim penyidik masih memeriksa data yang tersimpan dalam perangkat tersebut. Polisi ingin memastikan apakah terdapat pola komunikasi atau aktivitas digital yang berkaitan dengan peristiwa tragis itu.

“Kami akan sampaikan hasilnya ke publik setelah pemeriksaan selesai. Saat ini belum bisa disimpulkan apakah kematian korban karena unsur pidana, kecelakaan, atau bunuh diri,” ujar Ariasandy.

Rekaman CCTV Tak Tampilkan Lokasi Kejadian

Selain menelusuri perangkat digital, polisi juga telah memeriksa rekaman CCTV Gedung FISIP Unud dari tanggal 15 hingga 20 Oktober 2025. Namun hasilnya, kamera pengawas di area tersebut tidak merekam lokasi tempat korban ditemukan.

“Ada tiga CCTV di lantai empat, tapi semuanya statis. Kamera hanya mengarah ke tangga dan bangunan sekitar, tidak mencakup area kejadian,” tambah Ariasandy dikutip Antara.

Kronologi Singkat

Sebelumnya, mahasiswa berinisial TAS (22) ditemukan dalam kondisi luka parah usai diduga jatuh dari lantai empat gedung FISIP Universitas Udayana, Rabu (15 Oktober 2025) pagi.

Korban sempat dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, namun nyawanya tak tertolong.

Kasus ini masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian mahasiswa tersebut.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru