Kamis, 22 Januari 2026

Ricuh Aksi Solidaritas di Surabaya, Sejumlah Pos Polisi Dibakar Massa


  • Jumat, 29 Agustus 2025 | 23:40
  • | News
 Ricuh Aksi Solidaritas di Surabaya, Sejumlah Pos Polisi Dibakar Massa Pos Lantas Taman Bungkul ludes terbakar. (Foto: portaljtv.com)

SURABAYA, ARAHKITA.COM – Suasana Kota Surabaya, Jawa Timur, mencekam pada Jumat malam (29/8/2025) setelah aksi solidaritas untuk mendiang Affan Kurniawan berujung kericuhan. Sejumlah fasilitas kepolisian, termasuk pos polisi, dirusak dan dibakar massa.

Pantauan reporter di lapangan, api berkobar di pos polisi Jalan Raya Darmo, tak jauh dari rumah dinas Kapolda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya. Asap pekat terlihat membumbung tinggi ke udara. Aksi serupa juga terjadi di beberapa titik lain, seperti pos polisi Taman Bungkul, pos di Jalan Basuki Rahmat, hingga Polsek Tegalsari.

“Pas di tengah perempatan Jalan Raya Darmo Surabaya ini, sejumlah massa tadi membakar salah satu tenda pos polisi,” ujar Wawan, pedagang bakso yang berada di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih berupaya membubarkan massa yang bertindak anarkis.

Kapolda Jatim: Kericuhan Bukan Representasi Ojol

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan bahwa kericuhan di sekitar Gedung Negara Grahadi tidak mewakili aspirasi komunitas ojek online (ojol).

“Kalau di Grahadi itu anarkis, tapi di Polda murni aspirasi ojol yang kondusif dan tertib. Jadi jangan sampai ojol didiskreditkan,” kata Nanang saat ditemui di Mapolda Jatim.

Menurutnya, aksi rusuh yang merusak fasilitas umum dan simbol kebesaran Jawa Timur menimbulkan tanda tanya. Pihak kepolisian, ujar Nanang, akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui siapa dalang kerusuhan tersebut.

“Simbol provinsi itu harus dijaga bersama. Kami akan telusuri siapa pelakunya,” tegasnya dikutip Antara.

Langkah Aparat di Lapangan

Kapolda menambahkan, upaya pengamanan dilakukan sesuai prosedur. Aparat sempat memberikan imbauan simpatik, memasang barikade, hingga melakukan penyemprotan air sebelum akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru