Kamis, 29 Januari 2026

BNPB Ingatkan Tsunami di Bawah 50 Cm Tetap Bisa Mematikan, Masyarakat Diminta TIdak Meremehkan


  • Rabu, 30 Juli 2025 | 15:00
  • | News
 BNPB Ingatkan Tsunami di Bawah 50 Cm Tetap Bisa Mematikan, Masyarakat Diminta TIdak Meremehkan BNPB Ingatkan Tsunami di Bawah 50 Cm Tetap Bisa Mematikan. (Ilustrasi Transkepri.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tidak meremehkan peringatan dini tsunami meskipun tinggi gelombang diperkirakan di bawah 50 sentimeter. Imbauan ini dikeluarkan menyusul gempa bermagnitudo 8,7 yang mengguncang Kamchatka, Rusia, Rabu pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah Indonesia, dengan estimasi ketinggian gelombang di bawah 50 sentimeter. Meski terlihat kecil, gelombang dengan ketinggian seperti itu tetap berpotensi mematikan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan dan pengukuran di sejumlah lokasi di Samudra Pasifik, ketinggian gelombang tsunami di luar Rusia memang relatif kecil, termasuk di Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa gelombang setinggi 30–50 sentimeter dapat membahayakan jiwa, terutama jika terjadi amplifikasi di wilayah pesisir tertentu.

“Kita punya pengalaman di tahun 2011 di Papua. Saat itu tinggi gelombang hanya 33 sentimeter, tapi tetap menyebabkan korban jiwa,” ujar Abdul dalam konferensi pers di Jakarta.

 

Abdul menjelaskan amplifikasi gelombang dapat terjadi di kawasan teluk atau pantai yang sempit sehingga gelombang yang tampak kecil di laut dalam bisa membesar saat mencapai daratan.

Untuk itu, BNPB meminta masyarakat di lima provinsi berstatus waspada tsunami, yaitu Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, segera mengosongkan kawasan pantai hingga peringatan dini dicabut.

“Masyarakat juga harus tetap menjauhi pantai sampai dua sampai tiga jam setelah gelombang pertama tiba. Jangan hanya saat estimasi waktu tiba tsunami,” katanya.

BNPB mengingatkan pula pemerintah daerah bersama BPBD, Kantor SAR, dan aparat TNI-Polri untuk memobilisasi masyarakat secara persuasif agar terinformasi dengan baik dan tidak panik.

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru