Indonesia dan Qatar Jajaki Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran di Sektor Kesehatan hingga Teknologi


  • Kamis, 10 Juli 2025 | 16:30
  • | News
 Indonesia dan Qatar Jajaki Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran di Sektor Kesehatan hingga Teknologi Menteri P2MI Abdul Kadir Karding usai pertemuan dengan perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan Qatar di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (10/7/2025). (ANTARA/Katriana)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Upaya peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Qatar semakin konkret, khususnya dalam bidang penempatan tenaga kerja migran. Dalam pertemuan yang digelar selama dua hari di Jakarta, kedua negara membahas peluang kerja sama di sektor kesehatan, hospitality (pariwisata dan perhotelan), serta teknologi dan informasi (TI).

Pertemuan tersebut melibatkan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Ketenagakerjaan Qatar. Menteri KP2MI Abdul Kadir Karding menyampaikan bahwa Qatar menunjukkan minat besar untuk membuka akses bagi pekerja migran Indonesia di sektor-sektor prioritas.

"Kami telah berdiskusi intens bersama perwakilan Qatar, termasuk Wakil Menteri dan Dirjen Promosi serta Penempatan. Hasilnya, kedua pihak sepakat untuk membangun kerja sama yang konkret dalam penempatan tenaga kerja migran ke Qatar," ujar Karding di Jakarta, Kamis (10/7/2025). 

Menurut Karding, Qatar merupakan salah satu negara Teluk yang telah menjalankan reformasi signifikan dalam perlindungan ketenagakerjaan. Negara tersebut telah meratifikasi konvensi ketenagakerjaan internasional yang dikeluarkan ILO (International Labour Organization) serta mengadopsi sistem birokrasi yang menjamin hak-hak pekerja migran dari berbagai negara.

"Reformasi yang dilakukan Qatar menjadi faktor penting yang membuat kami yakin untuk memperkuat kerja sama ini," lanjut Karding.

Selain membahas sektor-sektor kerja potensial, kedua negara juga mendiskusikan pentingnya integrasi data ketenagakerjaan. Dengan sistem data yang terhubung, pemerintah Indonesia dapat memantau kondisi dan status pekerja migran di Qatar secara lebih efektif.

"Integrasi data ini akan memperkuat sistem perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri," tegasnya.

Karding menambahkan, hasil pertemuan dua hari tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui pembentukan satuan tugas (task force) dari kedua negara. Tim ini akan mengawal proses teknis hingga kerja sama penempatan tenaga kerja benar-benar berjalan.

"Insya Allah, dalam waktu dekat, tim bersama akan dibentuk agar proses penempatan dapat dimulai secepatnya,” ungkapnya optimistis dikutip Antara.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Qatar, Sheika Najwa binti Abdulrahman Al Thani, mengapresiasi sambutan dan keterbukaan pemerintah Indonesia dalam menjalin komunikasi. Ia menyebut dialog yang berlangsung sangat produktif dan membuka jalan bagi implementasi kerja sama di masa depan.

"Kami berterima kasih atas sambutan hangat dan diskusi yang konstruktif. Kami yakin kolaborasi ini akan memberikan manfaat nyata bagi pekerja migran Indonesia maupun pasar tenaga kerja di Qatar," kata Sheika Najwa.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru