Loading
Ketua LP3KN Adrianus Meliala menjelaskan penyelenggaraan PESPARANI Katolik Nasional I di Ambon dalam acara temu wartawan di , di Gedung Karya Pastoral, Jalan Katedral No.5, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018). (Foto: Arahkita/Farida Denura)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Nasional I akan berlangsung di Ambon, Maluku pada 27 Oktober 2018 hingga 2 November 2018. Ketua LP3KN Adrianus Meliala, kepada wartawan di Gedung Karya Pastoral, Jalan Katedral No.5, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018) menjelaskan bahwa peserta beserta pelatih yang akan datang akan mencapai sekitar 8.015 orang.
Mereka sebagian besar adalah tokoh-tokoh umat yang berkarya di daerah masing-masing. Selain undangan para pejabat, juga akan hadir 37 uskup yang datang dari seluruh Indonesia. Para uskup ini adalah pemimpin umat Katolik di wilayahnya masing-masing.
“Presiden Joko Widodo juga sudah menyatakan akan datang dalam pembukaan PESPARANI. Beliau sudah menyatakan kesediaannya di Konferensi Waligereja (KWI), Jumat 24 Agustus lalu,” ujar Adrianus.
Dalam acara pembukaannya nanti pada 27 Oktober mendatang, secara langsung bakal dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Lapangan Merdeka Ambon dengan menampilkan suguhan kemeriahan berbalut defile dari budaya kontingen masing-masing provinsi.
PESPARANI Katolik Nasional I ini kata Adrianus baru akan diadakan pertama kali pada tahun ini. Pelaksanaan PESPARANI berbeda formatnya dengan MTQ ataupun PESPARAWI yang sepenuhnya digerakkan oleh Ditjen Bimas Islam dan Ditjen Bimas Kristen. "PESPARANI diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik Nasional (LP3KN) bekerjasama dengan panitia lokal di Maluku,"terang Adrianus.
Lebih lanjut Adrianus menjelaskan bahwa LP3KN adalah lembaga yang direstui oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan difasilitasi oleh Pemerintah. Dalam struktur LP3KN, terdapat kehadiran beberapa pastor yg menjadi pejabat KWI, pejabat dari jajaran Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama dan sejumlah awam yg diangkat oleh KWI. Sebagai ketua LP3KN adalah Adrianus Meliala.
Dalam PESPARANI yang bertemakan ‘Membangun Persaudaraan Sejati’ ini akan digelar berbagai mata lomba. Antara lain lomba Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Anak, Paduan Suara Gregorian Dewasa, Paduan Suara Gregorian Anak-Remaja, Menyanyikan Mazmur Dewasa, Menyanyikan Mazmur Remaja, Menyanyikan Mazmur Anak, Cerdas Cermat Rohani Anak, Cerdas Cermat Rohani Remaja, dan Bertutur Kitab Suci Anak.
Menurut Ketua Bidang Lomba dan Juri LP3KN, Ernest Maryanto pesta paduan suara yang ia sebut Pesparani Persaudaraan ini penting dalam rangka menampilkan siapa itu Gereja Katolik dan akan diikuti oleh kontingen perwakilan provinsi dengan mempertandingkan 12 kategori. Dari 12 kategori itu, akan dilaksanakan dalam dua hari, dimana enam kategori akan dipertandingkan per harinya.
Penentuan materi yang akan dilombakan sendiri sambung Ernest menampung segi kekatolikan sekaligus ke Indonesiaan. Jadi ada dua dimensi yakni Katolik dan Indonesia. Terdiri dari Lagu Wajib
Ketua bidang lomba dan juri LP3KN, Ernest Marianto menjelaskan materi yang diperlombakan menampung dari segi kekatolikan sekaligus bernuansa Indonesia. Seperti menghidupkan kembali lagu yang diunggulkan di dalam gereja katolik, yaitu lagu Gregorian.
Sementara penghargaannya sendiri terbagi dua, yakni piala bergilir Presiden, dan piala tetap yang diperuntukan bagi pemegang skor tertinggi serta juara lainnya untuk kategori Gold, Silver dan Brounce.
"Piala presiden itu piala bergilir. Ada piala tetap yang mendapat skor paling tertinggi," ujar Ernest dalam konferensi pers di Gedung Karya Pastoral, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).
Ditambahkan Adrianus, keterlibatan muslim dalam event ini ada pada kepengurusan struktur panitian dimana sebagian besar diisi oleh umat protestan dan kaum muslim. Hal itu menurut Adrianus sebagai indikasi dari keberagaman.
"Kepanitiaan daerah itu sebagian besar protestan dan muslim, yang mengindikasikan keberagaman,"sebut Adrianus.
Kebersamaan ini, kata Adrianus sudah terjalin sejak penyelanggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ )2012 dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) 2015 di Ambon.
MTQ Nasional adalah festival umat Islam di Indonesia yang diadakan sejak tahun 1968. Sementara PESPARAWI Nasional merupakan peristiwa keagamaan umat Protestan yang diadakan sejak tahun 1983.
Sewaktu MTQ digelar kontingen dari Provinsi Banten malah tinggal di kediaman Uskup Keuskupan Amboina Petrus Canisius Mandagi.
Ketua MUI Provinsi Maluku Abdullah Latuapo mengungkap harapannya untuk pesparani nasional pertama ini.
"Kita harapkan semoga PESPARANI ini tidak kalah dari keberhasilannya dengan MTQ dan PESPARAWI. Itu yang kita harapkan. Oleh karena itu kita menghimbau kepada masyarakat, mari kita mendukung dan menyukseskan acara PESPARANI Katolik Nasional yang pertama kali dilakukan," kata Abdullah.
Sementara untuk biaya penyelenggaraan, LP3KN bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dengan alokasi dana sebesar Rp 20 miliar yang bersumber dari APBD, juga kucuran dana sebesar Rp 12,2 miliar dari pemerintah pusat.
Kucuran dana dari pemerintah pusat akan dipergunakan sebagai akomodasi dan konsumsi, baik hotel maupun makanan sehari-harinya. Selain itu juga ada dana dari masyarakat dengan kategori ekonomi mampu, sebesar lima miliar rupiah.