Selasa, 27 Januari 2026

Menhub Dorong Konektivitas Regional Asia Pasifik Berbasis Digital


 Menhub Dorong Konektivitas Regional Asia Pasifik Berbasis Digital Menteri Perhubungan Menhub Budi Karya Sumadi kanan diwawancarai di sela meng

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendorong agar terciptanya konektivitas regional di era transformasi yang berbasis digital di kawasan Asia Pasifik.

“Kami mendorong konektivitas regional di era transportasi berbasis digital, mendorong pengembangan sarana dan prasarana transportasi darat yang inklusif, dan memprioritaskan integrasi berbagai moda,” kata Menhub dalam diskusi meja bundar tingkat tinggi bertema ‘Transformation Towards A Sustainable and Intelligent Urban Mobility’, di Jakarta, Selasa.

Menhub Budi Karya Sumadi menghadiri rangkaian acara pelaksanaan Forum Sistem Transportasi Cerdas Asia Pasifik atau The 19th Intelligent Transport System (ITS) Asia Pacific Forum, di Jakarta Convention Center (JCC) yang berlangsung 28-30 Mei 2024.

Rangkaian acara dibuka dengan High Level Roundtable bertema Transformation Towards A Sustainable and Intelligent Urban Mobility. Pada kegiatan ini Menhub mendorong penerapan konektivitas regional berbasis digital di kawasan Asia Pasifik.

“Pertemuan ini menghasilkan beberapa gagasan penting yang patut mendapat perhatian dan tindakan bersama,” kata Menhub.

Menhub Budi bersama Menteri Transportasi dari Singapura, Pakistan, Kamboja dan perwakilan dari Inggris Raya, Jepang, Laos, Australia, serta Vietnam berdiskusi serta berbagi praktik dan pengalaman mengenai sistem transportasi yang cerdas dan berkelanjutan.

Menhub Budi mengatakan, menurut Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP), kawasan Asia Pasifik memimpin sistem transportasi cerdas dengan proyeksi tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 17,8 persen.

Namun, masih ada tantangan terutama bagi negara-negara tertinggal dan berkembang. Untuk itu, lanjut Menhub, high level roundtable (diskusi meja bundar tingkat tinggi) menekankan peran pemerintah, sektor swasta, serta lembaga keuangan dalam mendukung pembangunan infrastruktur.

“Kami juga menyambut baik solusi dan inisiatif baru pada tingkat global, regional, dan nasional untuk mempercepat kemajuan. Kemudian mengedepankan kemitraan dan komitmen untuk meningkatkan dan mempercepat implementasi sistem transportasi cerdas, memperbaiki kerangka regulasi, fokus memperkuat kinerja sumber daya manusia, serta melanjutkan berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik,” ujar Menhub.

Selain mengikuti diskusi meja bundar tingkat tinggi, Menhub juga melakukan audiensi dengan Sekretaris Jenderal International Transport Forum (ITF) Young Tae Kim.

ITF merupakan organisasi intergovernmental yang menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan pada bidang pengembangan transportasi.

Ruang lingkup isu yang diperhatikan ITF meliputi aksesibilitas, penerbangan, lingkungan, globalisasi, infrastruktur, transportasi laut, perkeretaapian, transportasi dan keselamatan jalan, serta keamanan transportasi dan transportasi perkotaan.

Pada audiensi tersebut, Menhub menyampaikan ketertarikan Indonesia untuk terlibat secara konkret dalam ITF.

Selanjutnya membahas strategi untuk memperkuat kemitraan antara Kementerian Perhubungan dan ITF, serta mengidentifikasi bidang-bidang prioritas dan memperdalam upaya kolaboratif yang dapat dilakukan.

“Sektor transportasi Indonesia sedang mengalami transformasi akibat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi. Kami memprioritaskan konektivitas transportasi yang lancar dan berketahanan,” ucap Menhub.

Sementara itu, Presiden Intelligent Transport System (ITS) Indonesia William Sabandar mengatakan bahwa ITS Asia Pacific Forum 2024 merupakan event rutin sektor transportasi dan infrastruktur yang mempertemukan para pemangku kepentingan, pakar, pembuat kebijakan, pemimpin industri, dan pengembang teknologi untuk bertukar ide, memamerkan inovasi, dan mendiskusikan kemajuan terkini dalam sistem transportasi cerdas.

"Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah ITS Asia Pacific Forum ke-19 yang akan diselenggarakan pada 28-30 Mei 2024 di Jakarta Convention Center (JCC)," kata William.

William menuturkan bahwa sebagai tuan rumah forum yang dihadiri lebih dari 1.000 delegasi dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, China, Jepang, Korea Selatan, New Zealand, Malaysia, dan Singapura, ITS Indonesia mendorong inisiatif pengembangan dan pemanfaatan sistem transportasi cerdas di Indonesia.

Dia berharap dengan forum juga yang juga dihadiri Organisasi internasional seperti International Transport Federation(ITF), World Bank, Asian Development Bank, dan bahkan European Investment Bank, bisa menjadi platform penting bagi pengembang mobilitas cerdas dan pengembangan ekosistem transportasi cerdas.

Editor : Ediya Moralia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru