Kamis, 22 Januari 2026

17 Perwakilan Negara Akan Hadiri Pelantikan Presiden


 17 Perwakilan Negara Akan Hadiri Pelantikan Presiden Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Eko Margiyono. (tni.mil.id)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sampai saat ini ada 17 negara asing di antaranya delapan kepala negara atau kepala pemerintahan dan sembilan utusan khusus negara tetangga di luar duta besar yang hadir menyaksikan prosesi pelantikan tersebut.

Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Eko Margiyono, berpesan kalau pelantikan nanti adalah pekerjaan besar bangsa Indonesia yang akan ditonton banyak orang dari penjuru dunia.

"Itu adalah pekerjaan besar bangsa ini. Yang akan ditonton oleh sampai saat ini ada delapan kepala negara/kepala pemerintahan akan hadir. Ditambah sembilan utusan khusus dari kepala negara/ kepala pemerintahan sehingga total ada 17 negara asing yang akan melihat, di luar duta besar," ujar Eko.

Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat bisa menghormati hasil pemilihan umum (pemilu) dengan menyingkirkan perbedaan dan menyaksikan pelantikan pada tanggal 20 Oktober 2019 dengan hikmat.

"Mari kita saksikan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih secara hikmat. Adapun perbedaan, kita singkirkan dahulu.

Kita hormati hasil pemilu yang lalu. Ini adalah gongnya," ujar Eko di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (14/10/2019).

Adapun sesuai prosedur tetap pengawasan, personil pengamanan prosesi pelantikan akan didistribusikan langsung oleh Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta Mayjen TNI Eko Margiyono.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Purnama.

"Distributor pengamanan itu Pangdam, karena itu berlaku Protap Was kami. Adapun Polda Metro Jaya dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) akan back-up penuh kegiatan," ujar Irjen Gatot sebagaimana diberitakan Antara.

Senada dengan Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban prosesi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin karena akan disaksikan sejumlah kepala negara/kepala pemerintahan beserta utusan-utusan khususnya.

"Kita hormati itu sebagai bangsa Indonesia agar bangsa ini dikenal sebagai bangsa yang beradab, santun, dan lain sebagainya. Karena ini akan dilihat seluruh dunia. Mari kita hormati itu," ujar Gatot.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru