Loading
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Lodewijk Frederich Paulus. (Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono meninggal dunia pada Sabtu (1/6/2019) pukul 10.50 waktu Singapura di National University Hospital (NUH). Kepergiannya menyisahkan dukacita yang mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Lodewijk Frederich Paulus mengatakan, Ibu Ani Yudhoyono punya peran penting selama 10 tahun mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Negara RI.
"Bu Ani Yudhoyono berhasil menunjukkan dan mengajarkan soal pentingnya menempatkan keluarga di atas segalanya. Mungkin dengan kemajuan teknologi di kehidupan kita, perlahan mengikis nilai-nilai kekeluargaan. Padahal, dari sanalah berbagai hal bermula. Baik hal yang tidak menyenangkan, maupun prestasi yang digaungkan," kata Lodewijk dalam keterangan yang diterima media ini di Jakarta, Sabtu (1/6/2019) malam.
Pasalnya, kata dia, pembentukan karakter seseorang bukanlah dimulai saat kita telah berada di tengah masyarakat. Melainkan, ini semua berawal dari lingkungan paling kecil yakni keluarga. Sebuah wadah terbaik bagi anak-anak di dalamnya untuk mengembangkan dirinya menjadi sosok-sosok yang mereka inginkan sendiri. Tentu saja, tidak semua wadah dapat memfasilitasi hal ini. Hanyalah wadah yang baik yang dapat membantu hal tersebut dapat terjadi.
Namun, bukankah memang di dalam keluarga yang tentram maka terdapat sebuah kehidupan yang menyenangkan? Di bagian inilah keluarga berperan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif supaya dapat mengantarkan anggotanya berada dalam keadaan yang sehat baik secara psikologis maupun fisik.
"Sayang pada keluarga sepertinya telah menjadi hal yang sangat melekat dengan Bu Ani Yudhoyono. Beliau memang betul-betul memperlihatkan perhatian yang cukup besar terhadap keluarganya," urai Sekjen DPP Partai Golkar itu.
Lanjut dia, bahwa hubungan yang tampak sangat dekat dengan anak, menantu, maupun cuci selalu terlihat di banyak kesempatan," tambah Letnan Jenderal (Purn) Lodewijk Frederich Paulus.
"Saat banyak orang lain mengalami dilema dalam hubungan ibu mertua dan menantu, khususnya menantu perempuan, beliau justru sering terlihat kompak dengan menantu-menantu perempuannya. Tentu saja, sangat jarang orang memperoleh kesempatan ini," tutup tokoh militer Indonesia kelahiran Manado 27 Juli 1957 itu.