Ini Kritikan Ketum PSI soal Proses Pemilu


 Ini Kritikan Ketum PSI soal Proses Pemilu Ketua Umum PSI, Grace Natali (Ist)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natali, mengkritisi proses Pemilu tahun ini. Jelang pesta demokrasi tersebut, diungkap Grace, publik kehilangan kesempatan untuk melihat kontestasi ide diantara 16 partai politik. 

"Kita tidak tahu, apa beda visi dan misi partai-partai nasionalis dalam pemberantasan korupsi? Apa posisi mereka dalam isu poligami? Apa yang akan mereka lakukan bila ada penutupan gereja? Apa tindakan mereka menghadapi persekusi terhadap Ahmadiyah, Syiah, serta kelompok-kelompok adat dan penghayat? Rakyat berhak mendengar!," papar Grace dalam Pidato Politiknya, di Medan, Senin (12/03).

Ia pun berharap KPU, civil society atau media massa memfasilitasi debat antar partai agar publik bisa menilai kualitas dari partai yang akan didukung. "Bagi kami debat ini penting untuk memastikan kualitas DPR mendatang tidak lebih buruk," katanya.

Dalam kesempatan itu, Grace mengutip kesimpulan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia FORMAPPI, yang menyiarkan bahwa kinerja DPR 2018 - 2019, terburuk sepanjang sejarah reformasi. "Dari 50 hanya lima RUU yang disahkan DPR. Kita patut bertanya: Apa yang mereka kerjakan sepanjang tahun?," tanya mantan wartawan TV itu.

Menurutnya, PSI ingin mengembalikan cita-cita para "Founding Fathers" yang ingin membangun Indonesia modern. "Kami membayangkan masa depan Indonesia yang maju, sebuah kemungkinan yang sebetulnya terbuka di depan mata, kalau kita berhasil memperbaiki partai politik dan parlemen. Kami sungguh tak ingin menyiakan kesempatan emas di depan mata ini. Kami cuma ingin negeri ini maju," katanya, lagi.

Ia pun menyerukan gerakan moral menentang diskriminasi, utamanya agama. "Saya tidak ingin lagi saudara-saudara saya, anak-anak saya, tidak bisa beribadah karena tidak diizinkan mendirikan rumah ibadah. Bersama PSI kita akan kubur istilah mayoritas dan minoritas; pribumi dan non pribumi. Semua setara," katanya usai menutup penegasan politiknya itu.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru