Loading
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tengah memberikan keterangan pers
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 menjadi salah satu capaian yang disoroti Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara, Rabu (1/7/2026).
Dalam pidatonya yang disampaikan secara daring dari Jakarta, Kapolri menyebut operasi pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri tahun ini mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus mengurangi tingkat fatalitas korban.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi Polri bersama Kementerian Perhubungan dan berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan perjalanan masyarakat selama musim mudik berlangsung aman dan lancar.
"Bersama-sama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan stakeholder terkait, Polri telah menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik sehingga dapat mengurangi jumlah kecelakaan hingga 5,3 persen dan menekan fatalitas sampai 30,4 persen," kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Selain penurunan angka kecelakaan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pengamanan mudik dan balik Lebaran juga tergolong tinggi. Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan Kapolri, sebanyak 85,3 persen masyarakat menyatakan puas terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Kapolri menilai keberhasilan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama libur Idul Fitri tidak hanya berdampak pada aspek keselamatan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.
"Keberhasilan pengamanan ini juga mendorong perputaran uang hingga Rp161,8 triliun yang turut berkontribusi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Lebih lanjut, Listyo Sigit menegaskan Polri terus memperkuat pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui berbagai operasi, baik yang bersifat terpusat maupun kewilayahan.
Pengamanan tersebut mencakup berbagai agenda strategis, mulai dari kunjungan tamu negara, penyelenggaraan kegiatan nasional dan internasional, pengamanan libur Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri, hingga dukungan dalam penanganan bencana di sejumlah daerah.
Dalam penanganan bencana alam di wilayah Sumatra, Polri mengerahkan 4.106 personel untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan, mengoperasikan alat berat, memberikan layanan kesehatan kepada puluhan ribu warga terdampak, melakukan pencarian korban menggunakan unit K9, serta mengevakuasi dan mengidentifikasi 1.146 jenazah.
Selain itu, Polri turut membangun 47 jembatan, termasuk enam jembatan bailey, serta menyediakan 351 sumur bor dan 300 unit hunian tetap guna mempercepat proses pemulihan di kawasan terdampak bencana.
Kapolri menegaskan seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional sebagai fondasi pembangunan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.