Polri Mutasi 1.121 Perwira, Dua Kapolda Diganti dan 45 Polwan Naik Jabatan


 Polri Mutasi 1.121 Perwira, Dua Kapolda Diganti dan 45 Polwan Naik Jabatan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko (kedua kanan). ANTARA/

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan terhadap 1.121 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi, penguatan kelembagaan, serta pengembangan karier personel.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko Jumat (26/6/2026) mengatakan, dari total personel yang dimutasi, sebanyak 748 anggota mendapatkan promosi jabatan maupun perpindahan pada posisi yang setara.

Dalam mutasi kali ini, sejumlah posisi penting di lingkungan Polri mengalami pergantian. Jabatan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri kini diemban Brigjen Pol. Didi Hayamansyah.

Selain itu, Polri juga menunjuk dua kepala kepolisian daerah (Kapolda) yang baru. Brigjen Pol. Ruddi Setiawan dipercaya memimpin Polda Aceh, sedangkan Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Pada tingkat kewilayahan, Polri memberikan promosi kepada 190 pejabat Kapolres, Kapolresta, Kapolrestabes, dan Kapolres Metro.

Dalam kebijakan tersebut juga dibentuk satu Polresta baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), empat Polres Tipe D baru, serta peningkatan status delapan Polres Tipe D menjadi Polresta.

Empat Polres baru tersebut berada di wilayah Padang Lawas Utara, Sumba Tengah, Konawe Kepulauan, dan Banggai Laut.

Sementara itu, delapan Polres yang naik status menjadi Polresta meliputi Karawang, Batang, Klaten, Tuban, Sumenep, Gowa, Banggai, dan Lombok Tengah.

Menurut Trunoyudo, penambahan dan peningkatan status satuan kewilayahan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan keamanan yang terus berkembang.

Mutasi kali ini juga memberi ruang lebih besar bagi personel polisi wanita (Polwan). Sebanyak 45 Polwan memperoleh promosi jabatan, termasuk 17 personel yang dipercaya menjabat sebagai Kapolres setingkat IIIA2.

Trunoyudo menegaskan, peningkatan peran Polwan dalam posisi strategis menjadi bukti komitmen Polri dalam menerapkan sistem pengembangan karier yang berbasis kompetensi tanpa membedakan gender.

Selain rotasi dan promosi jabatan, mutasi kali ini juga mencakup pengukuhan jabatan terhadap delapan personel, penempatan tugas bagi 68 lulusan Pendidikan Pengembangan Pimpinan dan Tinggi (Dikbangti) serta program doktor Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), hingga penugasan 37 personel untuk mengikuti pendidikan pengembangan dan manajemen pada tahun anggaran 2026.

Polri menegaskan seluruh proses mutasi dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, sistem merit, serta evaluasi kinerja yang berkesinambungan.

Melalui kebijakan tersebut, diharapkan seluruh personel yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru