Dasco Imbau Warga Tukar Dolar ke Rupiah, Nilai Tukar Diproyeksi Menguat


 Dasco Imbau Warga Tukar Dolar ke Rupiah, Nilai Tukar Diproyeksi Menguat Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/6/2026). ANTARA
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat yang masih menyimpan mata uang dolar Amerika Serikat untuk mempertimbangkan menukarkannya ke rupiah. Menurutnya, langkah tersebut bisa menjadi keputusan yang menguntungkan di tengah potensi penguatan nilai tukar rupiah ke depan.

Dasco menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi ekonomi yang diyakini dapat mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS dalam waktu dekat.

“Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih demikian,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ia juga menilai penguatan kembali rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipengaruhi oleh meningkatnya kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memberikan dampak positif terhadap pasar keuangan nasional.

“Dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang saya yakini akan membuat nilai tukar rupiah menguat,” ujarnya.

Sementara itu, pergerakan rupiah pada Kamis pagi tercatat menguat tipis 0,02 persen menjadi Rp17.941 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.944 per dolar AS. Sebelumnya, kurs sempat menyentuh level di atas Rp18.000 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan penguatan rupiah dipengaruhi meredanya kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia. Hal ini sejalan dengan penurunan harga minyak global yang turut mengurangi tekanan terhadap anggaran negara.

Ia menambahkan, penyesuaian harga bahan bakar minyak jenis Pertamax juga membantu menjaga keseimbangan fiskal sehingga memperkuat sentimen positif di pasar.

Menurut Josua, kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa defisit fiskal akan tetap terkendali, yang pada akhirnya memberikan dukungan terhadap stabilitas rupiah serta pasar obligasi domestik.

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik yang lebih stabil, pasar keuangan Indonesia dinilai berada dalam posisi yang lebih kondusif untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

 
Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru