Loading
Empat pesawat tempur F-16 Fighting Falcon mengawal penerbangan Pesawat Kepresidenan Indonesia One dalam rangka kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Magelang Jawa Tengah, Kamis (9/4/42026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Sebanyak empat pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan dua KAI T-50 Golden Eagle mengawal penerbangan Pesawat Kepresidenan Indonesia One dalam perjalanan Presiden Prabowo Subianto menuju Magelang, Jawa Tengah.
Pengawalan udara tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan kerja presiden sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI Angkatan Udara pada Kamis (9/4/2026).
Pengamanan penerbangan VVIP itu berlangsung dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Pangkalan Udara Adisutjipto di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam komunikasi radio dari kokpit pesawat kepresidenan, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para pilot tempur yang mengawal penerbangannya.
“Semoga TNI AU terus jaya, selalu kuat mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia di udara. Rakyat Indonesia bangga dengan saudara-saudara,” ujar Prabowo.
Pengawalan ini merupakan bagian dari prosedur standar pengamanan VVIP yang dijalankan secara profesional oleh TNI AU. Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol kesiapsiagaan pertahanan udara nasional.
Presiden juga menegaskan bahwa kedaulatan negara berada di tangan para prajurit udara yang ia sebut sebagai “elang-elang muda”. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi TNI AU selama delapan dekade menjaga langit Indonesia.
Di sisi lain, salah satu pilot TNI AU yang terlibat dalam pengawalan turut menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Dukungan tersebut disebut telah berjalan sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2019 dan dinilai berperan penting dalam memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia.
“Kami memohon doa restu agar senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar salah satu penerbang dari kokpit pesawat tempur.