Menag: Harmoni Imlek Nusantara Cerminkan Spiritualitas dan Budaya Indonesia


 Menag: Harmoni Imlek Nusantara Cerminkan Spiritualitas dan Budaya Indonesia Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam acara Festival Imlek Nasional 2026. (Foto/YouTube Bakom RI).

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa gelaran Harmoni Imlek Nusantara bukan sekadar perayaan, melainkan ruang perjumpaan nilai spiritual, sosial, dan budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Menurut Menag, Imlek Nusantara menghadirkan rangkaian ritual, ekspresi spiritual, hingga tradisi budaya yang merefleksikan wajah Indonesia sebagai bangsa majemuk. Perayaan ini sekaligus menjadi panggung kebersamaan lintas suku dan latar belakang, yang dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.

Lebih jauh, Menag menyebut Harmoni Imlek Nusantara sebagai langkah strategis diplomasi budaya. Melalui perayaan ini, kekayaan budaya Indonesia diperkenalkan ke publik luas sekaligus memperkuat posisi talenta Nusantara di kancah global.

Kemeriahan acara—mulai dari parade budaya, pasar UMKM, hingga pertunjukan akulturasi—diharapkan dapat mempererat relasi sosial dan menumbuhkan suasana persahabatan. Nilai kerukunan terasa semakin kuat karena perayaan ini berlangsung beriringan dengan datangnya bulan suci Ramadhan.

“Lentera-lentera merah Imlek yang bercahaya, parade budaya, pasar UKM, hingga pertunjukan akulturasi yang kita saksikan hari ini menjadi simbol indah bagaimana dua tradisi besar, Imlek dan Ramadhan, saling melengkapi dalam semangat kebersamaan,” ujar Menag.

Ia menambahkan, Harmoni Imlek Nusantara juga memiliki misi jangka panjang: melestarikan nilai budaya luhur sebagai bagian dari identitas bangsa, menumbuhkan toleransi dan saling menghargai, serta menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar mencintai budaya Nusantara yang sejalan dengan semangat persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial.

“Semoga cahaya lentera Imlek terus menyala sebagai simbol harapan, keberuntungan, dan kebahagiaan, serta menyatu dengan cahaya iman di bulan Ramadhan yang membawa ampunan dan ridho Allah,” tutupnya dikutip Antara.

Perayaan yang dipusatkan di Lapangan Banteng ini dimeriahkan oleh berbagai penampilan, mulai dari komunitas taichi, silat, wingchun, wushu, barongsai, hingga atraksi drone yang membentuk beragam visual di langit Jakarta.

Tak hanya berlangsung di ibu kota, Harmoni Imlek Nusantara juga digelar hingga perayaan Cap Go Meh di sejumlah daerah seperti Palembang, Singkawang, Medan, Manado, Makassar, dan Pontianak. Berbagai kota tersebut menghadirkan barongsai, festival lampion, serta bazar kuliner yang semakin memperkaya wajah perayaan Imlek di Nusantara.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru