Perkuat Rantai Pasok, Polri Bangun Ribuan SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan


 Perkuat Rantai Pasok, Polri Bangun Ribuan SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (YouTube Setpres)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, menegaskan komitmen Polri dalam memperkuat kemandirian pangan melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Upaya ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem rantai pasok bahan baku sekaligus menjaga stabilitas harga dan kualitas pangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri dalam acara peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG serta 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto di kawasan Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

SPPG Polda Metro Jaya Jadi Percontohan

Kapolri mencontohkan SPPG milik Polda Metro Jaya yang telah menerapkan konsep kemandirian pangan berbasis ekosistem terintegrasi.

SPPG tersebut memanfaatkan lahan seluas 49 hektare yang dilengkapi tambak dan peternakan. Di lokasi itu terdapat 102.000 ekor ikan bandeng, nila, dan mujair, serta 600.000 ekor udang. Selain itu, tersedia kandang berisi 1.000 ayam dan 100 kambing.

“Tambak dan kandang ini akan membentuk siklus rantai pakan yang berkelanjutan,” ujar Kapolri.

Tak hanya itu, SPPG Polda Metro Jaya juga mengembangkan sistem hidroponik dan biofloc guna menjamin ketersediaan bahan baku dapur secara berkelanjutan.

Model serupa juga diterapkan di Polda DI Yogyakarta. Di sana, SPPG dilengkapi pabrik pakan ayam, kandang ternak, greenhouse, hingga gudang sentral untuk penyimpanan dan distribusi bahan baku.

Kapolri menargetkan seluruh SPPG Polri ke depan memiliki ekosistem rantai pasok mandiri agar pasokan tetap terjaga dan harga stabil.

“Penguatan ekosistem ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rantai pasokan bahan baku SPPG, sekaligus menciptakan multiplier effect melalui pelibatan petani, peternak, UMKM, dan pelaku logistik lokal,” jelasnya.

“Dengan begitu, perputaran ekonomi meningkat, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong.”

Kapolri juga mengungkapkan, hingga saat ini 201 SPPG Polri telah mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, 119 memiliki Sertifikat Halal, dan 147 telah lulus Sertifikat Uji Laboratorium Air.

Untuk menjaga standar tersebut, setiap SPPG dilengkapi filter air, water heater, biotank pengelolaan limbah, serta rak food tray UV dan steamer food tray guna memastikan kebersihan dan kualitas penyajian.

“Seluruh SPPG Polri menerapkan prinsip food security dan food safety secara ketat untuk mempertahankan zero accident,” tegasnya.

Sebagai bentuk pengawasan mutu, Polri menggunakan test kit quality control untuk memastikan bahan pangan aman dikonsumsi. Ketersediaan alat ini diproduksi oleh Farmapol Pusdokkes.

“Tahap awal Farmapol mampu menyediakan 400 unit per bulan. Jangka menengah ditargetkan memenuhi kebutuhan 1.500 SPPG Polri, dan jangka panjang mendukung hingga 33.000 SPPG secara nasional,” imbuh Kapolri.

Peresmian 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan ini menjadi langkah konkret Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui sistem pangan yang terintegrasi.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru