Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat. (Antara)
BOGOR, ARAHKITA.COM – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa hingga Selasa sore, baru empat menteri yang menyampaikan paparan dalam kegiatan retret Kabinet Merah Putih yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung taklimat awal tahun tersebut sejak pukul 14.00 WIB. Namun, menjelang waktu salat Magrib, Presiden memutuskan untuk menghentikan sementara agenda pengarahan.
“Karena waktu sudah mendekati Magrib dan baru sekitar empat menteri yang menyampaikan paparan, Bapak Presiden memutuskan untuk break, istirahat salat Magrib dan makan, lalu kegiatan dilanjutkan kembali pukul 18.45 WIB,” ujar Prasetyo saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (6/1/2026).
Baca juga:
Hari Kedua Retret: Kabinet Merah Putih Dibekali Prioritas Hilirisasi hingga Makanan BergiziPria yang akrab disapa Pras itu menegaskan bahwa tidak seluruh menteri dijadwalkan memaparkan laporan kinerja dalam retret yang hanya berlangsung satu hari tersebut. Dari keseluruhan anggota kabinet, hanya sekitar sembilan menteri yang akan menyampaikan pemaparan secara langsung.
“Tidak semua menteri presentasi. Kurang lebih ada sembilan menteri yang menyampaikan paparan hari ini,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Sebelumnya, Prasetyo menyampaikan bahwa materi paparan para menteri mencakup evaluasi program strategis yang telah berjalan, sekaligus rencana percepatan pelaksanaan kebijakan ke depan. Salah satu isu utama yang dibahas adalah pencapaian swasembada pangan.
“Yang pertama tentu soal swasembada pangan. Bapak Presiden juga sudah menyampaikan bahwa dalam satu tahun ini kita berhasil mewujudkan swasembada pangan,” ungkap Prasetyo.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut ditandai dengan tidak adanya impor beras sepanjang 2025. Pemerintah pun menargetkan capaian itu dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada 2026.
Selain pangan, agenda retret kabinet juga menyoroti upaya mewujudkan swasembada energi. Prasetyo menyebut capaian lifting migas telah melampaui target APBN 2025 dan akan terus didorong melalui percepatan peningkatan produksi nasional.
Tak hanya itu, program Sekolah Rakyat turut menjadi pembahasan penting. Saat ini, program tersebut telah berjalan di 166 lokasi dan direncanakan bertambah sekitar 104 titik baru pada 2026, seiring percepatan penyediaan sarana fisik maupun nonfisik.
Isu penanganan bencana juga menjadi perhatian serius, terutama percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana. Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah, seperti Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara dan Balangan di Kalimantan Selatan.
Prasetyo menegaskan, durasi retret Kabinet Merah Putih bersifat fleksibel dan dapat diperpanjang hingga malam hari apabila masih terdapat isu strategis yang perlu didalami.
“Tidak dibatasi waktu. Kalau memang masih ada persoalan yang perlu pembahasan lebih lanjut, kita bisa lanjut sampai malam,” tutupnya.