Selasa, 27 Januari 2026

Penataan Pasar Sepaku di IKN Jadi Prioritas, Gibran Tekankan Pendekatan Humanis


 Penataan Pasar Sepaku di IKN Jadi Prioritas, Gibran Tekankan Pendekatan Humanis Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Pasar Sepaku di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) Barat, Kallimantan Timur. (Antara/Setwapres)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan ke Pasar Sepaku di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) Barat serta pasar yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kalimantan Timur. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pasar rakyat tetap menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat di tengah pembangunan IKN.

Peninjauan dilakukan usai Wapres mengecek fasilitas pendidikan di kawasan hunian aparatur sipil negara (ASN) IKN, Rabu (31/12/2025). Gibran menegaskan Pasar Sepaku yang juga dikenal sebagai Pasar Rebo Sukaraja memiliki nilai strategis karena telah lama menjadi pusat aktivitas ekonomi warga Kecamatan Sepaku.

“Pasar Sepaku ini sangat istimewa karena dibangun di tengah kehidupan masyarakat yang sudah berjalan. Kami ingin pasar ini benar-benar memberi manfaat langsung bagi warga lokal seiring pembangunan IKN,” ujar Gibran dalam keterangan resminya.

Menurut Wapres, proses menuju kontrak pekerjaan penataan Pasar Sepaku memerlukan waktu lebih panjang. Hal tersebut dilakukan agar pembangunan berjalan dengan pendekatan yang humanis, menghormati ruang hidup warga, serta tidak mengganggu aktivitas para pedagang yang sudah ada.

Penataan Pasar Sepaku menjadi bagian dari paket Penataan Kawasan Sepaku yang mencakup pembangunan dua bangunan pasar, penataan area pasar, serta pengembangan koridor Sepaku sepanjang 1,5 kilometer. Seluruh proses dirancang menggunakan pendekatan partisipatif melalui musyawarah bersama warga.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Relokasi Pasar Sepaku, Roni Rosaji, menjelaskan bahwa revitalisasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tampilan bangunan hingga fasilitas penunjang. “Kami melakukan perbaikan fasad dengan material rotan sintetis, penataan signage, serta pengembangan jalur pedestrian agar pasar lebih nyaman dan tertata,” kata Roni seperti dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, Pasar Sepaku memiliki total 135 unit los dan kios yang terdiri dari los basah dan los kering. Selain itu, pasar ini juga dilengkapi ruang pengelola, ruang kesehatan, ruang pertemuan, tempat pembuangan sampah sementara (TPS), serta area parkir.

Selain Pasar Sepaku, Wapres Gibran juga meninjau pasar di kawasan KIPP IKN yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi harian masyarakat sekaligus wadah usaha bagi pelaku UMKM.

Pasar KIPP dibangun di atas lahan seluas 3.774 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 3.959 meter persegi dan terdiri dari tiga lantai. Fasilitas yang tersedia meliputi 22 unit los basah, 33 los kering, 11 kios, enam unit pujasera, serta ruang pengelola dan ruang pertemuan.

Pasar ini dirancang untuk melayani sekitar 200 pengunjung per hari dengan pengaturan zona los basah yang terpisah antara area pembersihan dan area penjualan. Konsep tersebut diterapkan guna menjaga kebersihan, kenyamanan, serta kelancaran sirkulasi pengunjung.

Dalam kunjungannya, Gibran melihat langsung pembagian zona los basah yang diatur secara fungsional, mulai dari proses pengolahan hingga penjualan. Penataan ini diharapkan mampu menghadirkan pasar rakyat yang sehat, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat di kawasan IKN.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru