Loading
Pemerhati pendidikan Ir. Fransiscus Go, SH. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pemerhati pendidikan Ir. Fransiscus Go, SH menyebut wajib belajar 12 NTT menjadikan masa depan cerah untuk generasi muda. Biasa disapa Frans Go punya ‘mimpi’ membangun SDM NTT, sehingga berdaya saing tinggi. Jika pondasi pendidikannya kuat, maka posisi tawar anak - anak NTT untuk berkiprah dimana pun, akan diperhitungkan. Terbukti koq, banyak pejabat NTT yang berkiprah di tingkat nasional. Mereka diberi peran penting oleh pemerintah. Itu karena, SDM-nya mumpuni dan kapabel. Tidak diragukan. Obsesi saya, pendidikan di NTT harus dibenahi," tandas Frans Go
Terkait mimpi tersebut dengan wajib belajar 12 tahun NTT maka ada beberapa hal berikut disampaikan Frans Go. Kita simak!
Masa wajib belajar diperpanjang dari 9 menjadi 12 tahun. Anak-anak kita akan semakin pintar, skill mereka semakin tajam. Target: semua anak lulus Kelas 2 SD (8 tahun) wajib sudah bisa baca tulis!
Anak-anak terus sekolah sampai lulus SMA. Kita kurangi angka putus sekolah! Ada “Education Summit” rutin dan merata, untuk cek perkembangan pendidikan anak-anak kita, khususnya di NTT.
Pendidikan yang lebih baik, generasi muda siap bersaing di dunia kerja dan bantu bangun ekonomi serta sosial negara. Program beasiswa untuk para guru WAJIB dijalankan.
Kurangi kesenjangan pendidikan antara kota dan desa, antara yang mampu dan yang kurang. Program beasiswa untuk murid dan anak asuh harus dikembangkan. Pendidikan untuk semua!
Pendidikan yang baik = hidup lebih sejahtera. Kesehatan, partisipasi politik, stabilitas sosial meningkat. Semua bisa mendapat manfaatnya!
Dengan kebijakan semua itu, Pemerintah Daerah NTT perlu bertekad memberikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi semua anak. Mari ciptakan masa depan yang lebih baik, sekurang-kurangnya setara dengan provinsi lain! (*)